Bale Kota Bandung

Banjir Pagarsih dan Lenyapnya Situ Aksan

×

Banjir Pagarsih dan Lenyapnya Situ Aksan

Sebarkan artikel ini

bb-situ-aksanBALEBANDUNG – Dulu ketika terjadi letusan Merapi tahun 2010, mengakibatkan banjir lahar dingin yang memutus jalur perjalanan Jogja-Magelang. Semestinya, air banjir di Kali Putih tidak perlu naik ke jalan raya, karena tidak jauh dari tempat tersebut, sudah terdapat jalur sungai yang cukup dalam tempat air seharusnya mengalir.

Kemudian, baru diketahui bahwa arah alir sungai tersebut adalah baru dan buatan manusia, merubah arah alir sungai asli yang kemudian ditutup. Maksudnya baik, aliran sungai dibuat lurus, tanpa kelokan. Realitasnya air punya logikanya sendiri, ia mengalir mengikuti jalur alamiahnya.

Akhirnya, BNPB selaku pengampu penanggulangan bencana, mengalah mengeruk kembali jalur sungai yang lama, dan membangun jembatan yang sama sekali baru. Berdampingan dengan jembatan lama.

Dalam kasus banjir Pagarsih, saya heran dengan logika masyarakat Bandung yang selalu “hanya” menyalahkan pembangunan di daerah utara yang dianggap sebagai salah satu faktor penyebab banjir di bawahnya.

Mereka lupa, bahwa air banjir di Pagarsih hanya mencari kembali wadah alamiahnya yang sekarang tinggal nama, yaitu Situ Aksan. Sebuah danau dan rawa alamiah, yang sekira hingga 50 tahun yang lalu masih jadi salah satu obyek wisata di Bandung.

Sekarang nyaris tak berbekas, karena konon pelan-pelan menyusut, mengering, dan akhirnya menjadi bangunan hunian, pabrik, dan berbagai fasilitas publik lainnya.

Padahal dulu orang bisa berlayar di tengah-tengah danau. Situ Aksan pun menjadi penampung air bagi wilayah di sekitarnya saat musim hujan seperti, kawasan Pasirkoja, Holis, maupun Pagarsih.

Situ Aksan adalah jejak danau Bandung purba, yang oleh pemerintah Hindia Belanda tersebut dijadikan kawasan konservasi. Pada zaman kolonial dikenal dengan nama Westerpark. Adapun jalan yang ada diberi nama Westerparkweg (sekarang Jalan Suryani).

Baca Juga  Menteri Yuddy: Akuntabilitas Pemerintah Harus Berorientasi Hasil Pembangunan

Situ Aksan bagi kolot baheula pernah menjadi objek wisata favorit hingga era 1950-1960-an. Jadi bila, sekarang banjir terjadi demikian dahsyat, jangan mudah menyalahkan anomali cuaca, hujan yang ekstrim, atau apa pun. Karena itu hanya semakin menunjukkan kita makin kurang arif dan justru memusuhi alam lingkungan kita. Alam selalu bersikap adil, ia punya logikanya sendiri. Air yang jadi banjir itu, dan berkali-kali membuat mobil-mobil mengapung hanyut seolah sampah jalanan itu.

Hanya sebuah penanda yang mengingatkan bahwa air juga punya jalannya sendiri. Air sebagai sumber kehidupan manusia, hanya ingin menunjukkan apa dan di mana tempat yang pernah menjadi rumahnya. Dan entah apakah orang Bandung kiwari masih berani mengembalikannya lagi? by Hardjono, mantan pejabat BPN di Kota Bandung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Kota Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Budaya Untuk Individu Spesial (YBUIS) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Jawa Barat (DPW IPTI Jabar) menggelar kegiatan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, di Galeri PlaAstro, Jalan Moh. Toha, Kota Bandung, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara” ini menekankan semangat persatuan dengan membuka ruang […]

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]