Bale Bandung

Warga Eks TPA Babakan Kecewa Kompor Gas Metan Cuma Nyala Sehari

×

Warga Eks TPA Babakan Kecewa Kompor Gas Metan Cuma Nyala Sehari

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Naser didampingi istri Kurnia Naser memasak di kompor berbahan bakar gas metan hasil sampah TPA Babakan di Kp/Desa Babakan Kecamatan Ciparay, Selasa (1/8/17). by Kominfo Kab Bdg
Bupati Bandung Dadang Naser didampingi istri Kurnia Naser memasak di kompor berbahan bakar gas metan hasil sampah TPA Babakan di Kp/Desa Babakan Kecamatan Ciparay, Selasa (1/8/17). by Kominfo Kab Bdg

CIPARAY – Warga Kampung Kaleubuhan Bulan Desa Babakan RT 2 RW 5 Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, mengaku kecewa karena kompor gas metan yang dipasang dan didemontrasikan di hadapan Bupati Bandung Dadang M Naser, sejak saat itu tidak menyala. Padahal peralatan dapur warga sudah dijadikan percontohan kompor gas metan pada saat peringatan hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bandung 1 Agustus lalu.

Salah seorang warga, Ny Mimi (55) mengaku rumahnya dipasangi instalasi gas metan. Tapi sayangnya kompor gas tersebut hanya menyala sehari itu saja, yakni pada saat dilakukan demontrasi di hadapan Bupati Bandung Dadang M Naser dan para pejabat lainnya.

Setelah itu, untuk memasak sehari-hari ia pun kembali menggunakan kayu bakar. Karena memang gas metan yang disalurkan melalui pipa dari tumpukan sampah di bekas TPA Babakan ke rumahnya itu tak pernah bisa digunakan lagi.

“Yah, menyala saat hari itu saja, bisa dipakai tiga kali memasak. Setelah itu tidak menyala lagi. Padahal saya sudah beli kompornya Rp 60 ribu. Karena nyalanya cuma sehari itu saja, jadi mubadzir saya beli kompor gas juga karena saya balik lagi pakai kayu bakar,” kata Mimi, Senin (11/9/17).

Menurut Mimi, ketika masalah itu ditanyakan kepada petugas yang menjaga bekas TPA Babakan, ternyata penyaluran gas metan ke rumah Mimi dan beberapa rumah yang dijadikan percontohan itu akan disalurkan kembali jika rumah lainnya di kampung itu telah dipasang instalasi yang sama.

Namun sayangnya, mereka juga tidak memberikan kepastian kapan pemasangan kepada rumah penduduk lainnya akan dilaksanakan. “Saat saya tanya, yah jawabannya nunggu banyak yang pasang saja. Saya pikir nunggu banyak bagaimana dipasang juga tidak, sudah gitu saya percuma sudah beli kompor gas. Kalau dari awal tahu akan begini, saya enggak mau dijadikan percontohan,”ujarnya.

Baca Juga  Mak Eti Jadi Inspirasi Petani Milenial

Hal tersebut dibenarkan Ketua RW 05, Mahron yang mengatakan saat pelaksanaan hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bandung sebulan lalu itu, beberapa rumah warga di kampungnya dijadikan percontohan energi panas dengan memanfaatkan gas metan dari tumpukan sampah di bekas TPA Babakan.

Kata dia, saat dilakukan percontohan itu, di kampungnya terdapat lima rumah yang dijadikan percontohan. Mahron membenarkan jika kompor gas metan yang ada di sana hanya menyala saat dilaksakaan peringatan Hari Lingkungan Hidup saja. Selepas itu, hampir sebulan ini tak pernah nyala lagi.

“Memang hanya saat itu saja menyalanya. Setelah itu sih enggak menyala lagi. Katanya menunggu banyak dulu. Saya sih bicara apa adanya sesuai kenyataannya,” ungkap Mahron.

Kekecewaan warga makin menjadi pembicaraan dimana-mana mengenai pemanfaatan gas metan untuk keperluan memasak. Padahal Kampung Kaleubuhan Bulan itu banyak didatangi oleh orang dari luar, yang ingin melihat langsung pemanfaatan gas metan.

Orang yang datang ini tak hanya masyarakat biasa saja, melainkan ada juga beberapa akademisi dari beberapa perguruan tinggi ternama di Kota Bandung yang tertarik untuk melakukan penelitian.

Namun mereka harus kembali dengan tangan hampa, karena memang instalasi gas metan yang terpasang ke rumah warga itu tidak berfungsi. “Banyak yang datang ke kampung kami ingin melihat langsung bagaimana pemanfaatan gas metan untuk kompor gas. Tapi sudah jauh-jauh mereka pulang lagi dengan perasaan kecewa,” kata Andri (16), salah seorang warga lainnya.

Seperti diketahui, Bupati Bandung Dadang M Naser menyatakan bahwa kedepannya lahan bekas TPA Babakan akan dikembangkan menjadi sebuah arboretum atau hutan mini.

“Sampah sudah ditutup, tidak bau lagi dan bawahnya ada gas metan yang kita manfaatkan untuk kebutuhan dapur,”kata Dadang usai peresmian pemanfaatan gas metan bagi warga sekitar TPA Babakan, Selasa (1/8/17).

Baca Juga  DLH; Pelayanan Kompor Gas Metan Jalan Terus

Untuk mengentaskan program zero waste, rencananya pihaknya akan membuat briket yang nantinya bisa mengkonversi sampah menjadi energi listrik. Saat ini teknologinya tengah dikembangkan oleh ITB. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Rapat Paripurna ini dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait usulan pembahasan serta penandatanganan keputusan DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menyelenggarakan Safari Ramadhan 1447 H dengan memberikan bantuan sembako sebanyak 10.115 paket di Dieng dan Patuha. Selain bantuan paket sembako tesebut, GeoDipa juga turut memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan kurang mampu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Paket sembako tersebut diberikan untuk 16 Desa, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026. Pemkab Bandung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membayar THR bagi 7.550 P3K PW. Mereka terdiri P3K PW Guru dan Tenaga Kependidikan yang berjumlah 4.320 orang, […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 2026 yang digelar PT Geo Dipa Energi (Persero) di Grand Sunshine Soreang, Kamis 5 Maret 2026. Mengusung tema “Terus Berbenah, Memperbaiki Diri, dan Menjalankan Amanah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai bagian […]