Bale Jabar

Nih, Komitmen Pemprov Jabar Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Guru

×

Nih, Komitmen Pemprov Jabar Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Guru

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 di Gedung Sate, Senin (27/11/17). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 di Gedung Sate, Senin (27/11/17). by Humas Pemprov Jabar

GESAT – Jauh sebelum dialihkannya pengelolaan SMU/SMK ke pemerintah provinsi, Pemprov Jawa Barat sudah berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru. Seperti mengalokasikan dana T3 (Tertinggal, Terpencil, Terluar) untuk semua tingkatan sekolah dari SD hingga SMU demi pemerataan kualitas dan kesejahteraan.

“Kita sudah lama memperhatikan para guru terutama di kawasan terpencil, jauh sebelum ada peralihan wewenang ke provinsi,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 di Gedung Sate, Senin (27/11/17).

Menurut Aher, guru harus terus diperhatikan agar kualitasnya tetap baik dan prima saat mengajar, termasuk meningkatkan kesejahteraannya. “Kita fasilitasi mereka dengan pelatihan-pelatihan termasuk kesejahteraannya sebab ketika mereka profesional dalam mengajar, maka ini akan menjadi hal yang penting bagi kemajuan bangsa ke depan,” terangnya.

Bahkan, pasca alih kelola SMU/ SMK ke pemerintah provinsi awal tahun 2017 lalu, kualitas pendidikan dan kesejahteraan para guru di Jabar semakin meningkat. Walaupun jumlah guru yang bermigrasi ke Pemprov Jabar bertambah 28 ribu orang, namun kesejahteraan mereka meningkat dengan diberikannya TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan) yang sebelumnya tidak ada. Hal ini juga akan menghilangkan sekat antara daerah terpencil dengan perkotaan dalam kualitas dan kesejahteraannya.

“Kita ingin hadirkan pemerataan kualitas sehingga orang-orang terpencil pun di Jabar kualitasnya sama dengan di perkotaan karena sekarang nggak ada sekat kedaerahan pokoknya orang Pameungpeuk, Cipatujah, Tegal Buleud, Bojonglopang, Ujunggenteng, Pangandaran, Muara Gembong, Blanakan, Patrol dan daerah terluar lainnya kita akan kelola dengan baik secara bertahap sehingga pemerataan akan terwujud,” tandas Aher.

Saat ini Pemprov Jabar mengelola tiga kategori guru SMU/ SMK, yaitu kategori guru berstatus PNS, guru honorer dan guru di sekolah swasta. Untuk jumlah guru honorer kini ada sekitar 40% dari tiap satu sekolah tak terkecuali di sekolah favorit.

“Tidak ada satu sekolah pun yang tidak ada guru honorernya, sekolah favorit pun pasti ada, jadi 40 persen di sekolah itu adalah honorer. Maka kalau tidak diperhatikan, bahaya masa depan pendidikan kita,” ucapnya.

Untuk kategori guru yang bekerja di sekolah swasta, Aher mengatakan, saat ini sedang dirumuskan mengenai besaran tunjangan profesi yang akan diberikan selain dari bantuan PMU (Pendidikan Menengah Universal).

“Jadi ada tunjangan profesi dan ke depan kita akan meningkatkan biaya BOS untuk swasta, sehingga swasta bisa lebih mengalokasikan dari BOS tersebut untuk kualitas para gurunya,” ungkapnya.

Dalam upacara peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke-72 tingkat Jabar ini Aher membacakan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dalam amanatnya, Mendikbud mengungkapkan, momentum Hari Guru Nasional harus dijadikan refleksi apakah para guru sudah profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.

“Di sisi lain apakah kita sudah cukup memuliakan para guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita,” kata Mendikbud.

Bagi pemerintah peringatan Hari Guru juga jadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Kebijakan yang dikeluarkan harus menjadikan guru yang kompeten, profesional, terlindungi dan pada akhirnya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.

Mendikbud pun mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menjanjikan tunjangan tambahan dan membuat terobosan kebijakan inovatif bagi para guru. “Sangat pantas kita berikan apresiasi bagi pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas, kompentensi dan kesehahteraan guru,” ucap menteri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]