Bale Jabar

Kohati Wajib Bantu Sosialisasi Pilgub

×

Kohati Wajib Bantu Sosialisasi Pilgub

Sebarkan artikel ini
Dialog Kepemiluan dalam rangka sosialisasi Pilgub Jabar Keluarga Besar Kohati di Gedung KNPI Jabar, Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/2/18). by KPU
Dialog Kepemiluan dalam rangka sosialisasi Pilgub Jabar Keluarga Besar Kohati di Gedung KNPI Jabar, Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/2/18). by KPU

BANDUNG – Korps HMI Wati (Kohati) Badko HMI Jabar wajib membantu KPU melakukan sosalisasi Pilgub Jabar 2018 terhadap 12 segmen sasaran sosialisasi khususnya bagi kelompok pemilih pemula.

“Apalagi keluarga besar Kohati pada umumnya merupakan pemilih muda, sehingga bisa mengajak dengan bahasa yang mudah dipahami orang seusianya,” kata Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq saat Dialog Kepemiluan dalam rangka sosialisasi Pilgub Jabar Keluarga Besar Kohati di Gedung KNPI Jabar, Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Sabtu (4/2/18).

Menurut Endun, pemilih pemula perlu pendekatan khusus dengan bahasa khas pula. “Disinilah pentingnya peran Kohati, karena dengan karakter dan jiwa mudanya cenderung lebih mudah melakukan pendekatan kepada pemilih pemula,” kata Endun.

Menurutnya pemilih pemula biasanya bersifat kritis dan belum punya pilihan politik. “Sebagai senior di HMI, saya minta Kohati berperan dalam Pilgub Jabar, termasuk membantu meningkatkan partisipasi pemilih pemula,” ungkap Endun.

Ketua Panitia Dialog, Ayunda Fauziah menyebut dialog bertema “Peran Perempuan : Sosialisasi dan Teropong Demokrasi Politik di Jawa Barat 2018” ini dihadiri 100 kader KOHATI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Ayunda berharap pilkada 2018 bersifat aspiratif, berkualitas, dan bertanggung jawab. “Kaum perempuan perlu terlibat secara aktif. Gunakan hak suara dan dengan amanah pula. Dengan demikian kaum perempuan tidak hanya ikut-ikutan tetapi memilih secara cerdas,” tegasnya.

Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Jabar 2013 hanya 63%. “Betapa besar angka pemilih atau sekitar 37 persen yang tidak memilih atau golput, meski sebenarnya KPU tidak mengenal istilah golput karena istilah resminya adalah tidak menggunakan hak pilih,” ungkap Nina.

Menurutnya angka yang tidak memilih bisa lebih besar dibanding raihan angka pemenang. “Oleh karena itu, semua pemilih harus menyempatkan diri mencoblos di TPS. Kalaupun para calon pemimpin dinilai tidak memadai, maka pilihlah salah satu di antara mereka yang terbaik,” terang Nina.

Ia juga mengingatkan keluarga besar KOHATI menjauhi praktik money politic, karena penerima dan pemberi sama-sama bisa dikenai sanksi pidana. “Jauhi stigma : moal nyoblos mun teu aya artos (tidak akan mencoblos kalau tidak ada uang),” tegasnya.

Oleh karena itu perlu pendidikan politik agar tidak terjadi demokrasi transaksional. “Jadilah pemlih cerdas, yakni memahami hakikat pemilu, menyadari arti penting pemilu, kenali calon, pastikan memilih dengan sah, dan awasi kinerja calon setelah terpilih,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]