Bale Bandung

Gadjah Putih Jatiwisesa Gelar Pentas Seni Tradisional Sunda

×

Gadjah Putih Jatiwisesa Gelar Pentas Seni Tradisional Sunda

Sebarkan artikel ini

DAYEUHKOLOT, Balebandung.com – Paguron Seni Bela Diri Silat Gadjah Putih Jatiwisesa (GPJW) menggelar pentas seni tradisional sunda dalam rangka penguatan kearifan lokal sebagai bukti sosial melalui pelestarian seni budaya sunda.

Pentas yang digelar di Paguron GPJW, Jl Cisirung, Kel Pasawahan, Kec Dayeuhkolot, Kab Bandung, Minggu (29/12/19) ini dihadiri Kementrian Sosial, Dinsos Jawa Barat, Dinsos Kab Bandung, Camat Dayeuhkolot, Danramil Dayeuhkolot, Polsek Dayeuhkolot, Lurah Pasawahan, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua Umum Paguyuban Sundawani, dan tokoh masyarakat lainnya.

Seni tradisional adalah buah karya cerdas dari leluhur kita yang melakukan inovasi dengan mengubah pesan rumit dari ajaran untuk menselaraskan hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan penciptanya menjadi tontonan yang menuntun, sehingga mudah dipahami dan mewujud dalam perilaku keseharian.

Kecerdasan seperti ini yang harus diambil dari perilaku leluhur oleh generasi muda, sehingga cara mengajarkan ajaran selalu dipijakan pada kondisi atau perkembangan masyarakat.

Pentas seni tradisional seni bela diri silat gadjah putih jatiwisesa dalam rangka penguatan kearifan lokal sebagai bukti sosial melalui pelestarian seni budaya sunda ditujukan sebagai upaya untuk mencari sebuah cara menjadikan tontonan menjadi tuntunan, sehingga fungsi seni tetap berfungsi sebagai media penyampai ajaran dan/atau menjadi alat komunikasi ajaran yang mencerdaskan. Cerdas dalam memahami sejarah, cerdas dalam berperilaku keseharian dan cerdas dalam melihat kecenderungan ke depan.

Fungsi seni yang menjadi alat penyampai ajaran leluhur akan memiliki nilai jika mampu menjadi alat sampainya manusia pada kesejatian dirinya, sehingga kegiatan pelestarian budaya tidak saja menjadi ritual yang syarat mistik, tapi menjadi ritual yang syarat dengan tuntunan yang memotivasi generasi muda untuk belajar dan terus belajar mencari dan mentafsir ajaran leluhur.

Kondisi tersebut yang akan menjadi ajaran sebagai benteng dalam menghadapi gempuran budaya yang datang dari luar dengan beragam varian yang seolah-olah menjanjikan kebahagiaan, tapi dalamnya syarat dengan jebakan yang memposisikan manusia sebagai objek yang menghilangkan sifat-sifat kemanusiannya.

Sunda sebagai ajaran sampai hari ini masih banyak yang belum tergali karena lemahnya naluri ngajajar dalam hal prestasi. Hari ini sunda berwujud kelompok yang satu sama lain saling meniadakan di mana akhirnya lahan “budaya luar” makin terbuka dan menyuburkan tumbuh kembangnya ajaran “somah (budaya luar)” sebagaimana digambarkan di atas telah menjadikan manusia kehilangan kemanusianya, atau dalam bahasa karuhun kehilangan jatidiri “udar tina tatali paranti.”

Paguron Seni Bela Diri Silat Gajah Putih Jatiwisesa berkepentingan untuk terus mencari cara menyampaikan ajaran leluhur, sehingga warisan ajaran akan menjadi daya hidup yang menghidupkan, menjadi jiwa yang memanusiakan, menjadi sumber lahirnya gagasan-gagasan baru yang mendorong tetap terjaganya harmoni antara perkembangan kehidupan manusia dengan kondisi alamiah alam dan seisinya.

Paguron GPJW berkeyakinan pada ajaran leluhur bahwa kemajuan bangsa akan tercapai apabila anak bangsa pandai dalam membaca ajaran, pandai dalam berperilaku sesuai ajaran. Karena ajaran leluhur merupakan hasil karya cipta yang bahan bakunya berasal dari lingkungan di mana ajaran itu dilahirkan, sehingga proses pemahaman akan lebih memiliki daya nyata karena fakta simbol atau bahasa isyarat yang terangkai dalam ajaran leluhur semuanya ada di depan mata, tinggal bagaimana disampaikan sehingga narasi ajaran akan terdengar dan terasakan.

GPJW berpendapat bahwa seni tradisonal sunda yang syarat dengan ajaran pembentuk harmoni antara kehidupan manusia dan alam serta isinya dapat menjadi benteng yang tanguh dalam menepis masuknya ajaran luar yang tidak baik apalagi merusak tatanan yang ada. Tugas paguron adalah bagaimana membuat metodologi yang tepat untuk generasi hari ini, sehingga tontonan menjadi tuntunan bukan sebatas slogan tapi menjadi nyata.

Salah satu kegiatan yang terus dilakukan adalah pentas seni, karena dengan pentas seni maka ajaran dikenalkan, maka akan tumbuh rasa penasaran yang akhirnya muncul keinginan untuk belajar. Belajar terus belajar selanjutnya diharapkan akan lahir gagasan-gagasan baru sebagai turunan dari ajaran leluhur tetapi tetap tidak mengubah ajaran intinya, perubahan hanya di dalam bungkus atau cangkang sebagai prasyarat (syarat awal) agar ajaran leluhur ramah terhadap kondisi kekinian.

Semoga kegiatan pentas seni tradisional sunda dalam rangka penguatan kearifan lokal sebagai bukti sosial melalui pelestarian seni budaya sunda yang digagas Paguron GPJW dapat menampilkan “tontonan yang menjadi tuntunan” dan dapat memberikan motivasi untuk siapapun, sehingga niat menjadikan ajaran sebagai benteng dari masuknya ajaran “somah (luar)” yang tidak bertanggung jawab akan mengundang banyak partisipasi.

Dengan demikian “elmu ampuh mun teu angkuh jatidiri nu illah usik sajati kersaning gusti” mewujud dalam bentuk benteng jiwa yang saling bergandengan tangan dengan kuda-kuda, tapi tujuannya sama yaitu ngajaga lembur supaya hirup huripna bangsa sunda tetep ajeg dina galur pitutur warisan para leluhur….. “alus kudu ceuk nu lian, goreng bae da nu urang.” by Ryan Handriana, Sekretaris Paguron GPJW.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong gerakan pemberantasan narkoba yang digalakkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXV PC PMII Kabupaten Bandung di Gedung Moh Toha, Soreang, Sabtu (25/4/2026). Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menegaskan bahwa persoalan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan harus menjadi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengukuhkan kepengurusan Komisi, Lembaga, dan Badan MUI Jabar masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, pada Minggu 19 April 2026 lalu. Ada 10 nama di antaranya diisi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung. Salah satunya Ketua […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi pelatihan Standarisasi Imam dan Khatib yang digelar Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bandung, di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026). Menurut Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), DMI Kabupaten Bandung saat ini sudah eksis dan aktif berkegiatan, bahkan sudah terbentuk 31 Pimpinan Cabang DMI […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Sebanyak 31 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bandung secara aklamasi memilih H. Abdul Rouf, M.Pd sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung periode 2026-2031. Abdul Rouf yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bandung terpilih sebagai Ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran strategis Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam menyerap tenaga kerja baru di Kabupaten Bandung. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di Soreang, Jumat (24/42026). Dalam arahannya, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menekankan bahwa LPK […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor yang membentuk Satuan Tugas Penanganan Sampah berbasis pesantren. Satgas Penanganan Sampah Ansor ini merupakan bentuk aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup (ekologi) yang digerakkan oleh kader muda Nahdlatul Ulama (NU), yang juga dikenal sebagai Ansor Hijau atau satgas relawan sampah. […]