Bale Bandung

GTKHNK 35+ Kab Bandung Minta Revisi Peraturan Rekrutmen Guru PPPK

×

GTKHNK 35+ Kab Bandung Minta Revisi Peraturan Rekrutmen Guru PPPK

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Pengumuman kelulusan PPPK guru 2021 tahap I akhirnya terpaksa ditunda. Sebab banyak desakan dan menuai protes dari berbagai pihak, yang meminta perubahan kebijakan terkait penambahan passing grade untuk guru honorer.

Ketua Umum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35 + Kab. Bandung (Ketum GTKHNK 35+) Indra Gunawan S.Pd menyatakan pihaknya berterima kasih telah dengan diberikannya kesempatan kepada seluruh guru honorer untuk bisa mengikuti seleksi PPPK.

Namun di sisi lain, pihaknya pun berharap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mampu hadir di tengah keresahan guru honorer yang sudah berusia lebih dari 35 tahun. Antara lain dengan merevisi aturan rekrutmen guru PPPK serta memperbaiki manajemen pelaksanaan seleksinya.

Indra mengatakan, GTKHNK 35+ Kabupaten Bandung telah menyampaikan aspirasi guru honorer yang berusia lebih 35 tahun, melalui Disdik, PGRI dan DPRD Kabupaten Bandung pada Senin, 20 September lalu.

“Kami meminta Kemendikbudristek melakukan revisi terhadap peraturan rekrutmen PPPK sebagai solusi untuk mengatasi darurat kekurangan guru saat ini,” tandas Indra dalam rilisnya, Senin (27/9/21).

Indra menegaskan, selain terkait Peraturan, Manajemen. Mekanisme Pelaksanaan seleksi ASN PPPK perlu diperbaiki lebih baik lagi. Menurutnya hal ini agar di masa mendatang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

GTKHNK 35+ berharap Kemendikbudristek mau membuka mata dan pikiran untuk meninjau kembali kebijakan rekrutmen PPPK tahun 2021. Sebab kebijakan itu tidak mempertimbangkan rasa keadilan, kemanusiaan, penghargaan terhadap pengabdian, dedikasi dan loyalitas serta tanggung jawab guru honorer.

“Khususnya yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun kepada negara. Ketika di usia yang sudah di atas 35 tahun, kami tidak diberikan keadilan itu untuk mendapatkan hak dari hasil perjuangan selama ini,” beber Indra.

Guru honorer menurutnya telah melaksanakan tugas pembelajaran dan pelayanan pendidikan. Apalagi beberapa tahun belakangan ini, guru honorer bertugas dalam situasi genting, darurat kekurangan guru. Dimana saat ini ketersediaan guru merupakan syarat utama dunia pendidikan agar peserta didik mendapatkan haknya dalam memperoleh layanan pendidikan.

Dengan tegas Indra mengatakan, masa pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab kinerja para guru honorer yang telah berusia 35 tahun selama ini yang seharusnya menjadi perhatian khusus serta mendapatkan prioritas dari negara.

“Karena kami telah mengabdi belasan bahkan ada yang hingga puluhan tahun menjadi sebagai guru honorer, seharusnya itu dipertimbangkan dalam seleksi PPPK kemarin. Coba diceklah di daerah (3T) Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, sebaiknya di situ dilakukan kebijakan atas pengabdian guru honorer dengan mempertimbangkan masa pengabdian dan dedikasi mereka,” ungkapnya.

GTKHNK 35+ Kab. Bandung melalui Ketua Umum PGRI Kab. Bandung, Adang Syafaat, juga meminta agar aspirasi guru honorer bisa sampai ke Kemendikbudristek. Hal ini untuk meninjau ulang kualitas soal ujian kompetensi teknis dalam seleksi PPPK yang dinilai tidak relevan untuk di ujikan karena lebih menekankan pada aspek kognitif.

“Seharusnya, Seleksi Guru PPPK mengacu pada nilai dasar akumulatif yang mencakup Liniearitas, Masa Kerja, Portofolio, Prestasi, Nilai Seleksi Kompetensi Manajerial, Sosio Kultural, dan hasil Wawancara,” kata Indra. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Setelah sukses menjadi tuan rumah dan menggelar berbagai event tingkat nasional, Kabupaten Bandung kembali diincar menjadi tuan rumah peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) tingkat nasional tahun 2026 yang rencananya digelar 25 April 2026. Hal ini terungkap saat Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Sekda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana menerima silaturahmi dan kunjungan kerja […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung segera menggelar agenda Musyawarah Cabang (Muscab) rencananya di Grand Sunshine Soreang, 8 April 2026. Muscab DPC PKB Kabupaten Bandung ini mengagendakan laporan pertanggungjawaban Ketua dan Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2021-2026 serta pemilihan Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2026-2031. “Sesuai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Adanya efisiensi berupa pemotongan Transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp933 miliar membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus melakukan penyesuaian. Kendati demikian, Bupati Bandung Dadang Supriatna menandaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu isu strategis dalam RKPD 2027. Hal itu diungkapkannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Bandung, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung tahun 2025 mencapai 6,45 persen. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen dan Provinsi Jawa Barat yang sebesar 5,32 persen. Selisihnya sekitar 1,34 poin di atas nasional dan 1,13 poin di atas Jawa Barat. Hal ini mendapatkan apresiasi dan applause dari peserta Rapat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin Rapat Koordinasi Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW), di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Senin (30/3/2026). Rapat tersebut dihadiri para kepala OPD, Kapolresta Bandung, dan jajaran Forkopimda. Bupati Bandung mengatakan, rakor digelar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkades PAW berjalan optimal, aman dan tertib. Dari total 13 […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali menggelar program percepatan penyerahan Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) untuk komplek perumahan di periode kedua kepemimpinannya. Bupati Bandung menyebut selama dirinya menjabat 3,5 tahun sebagai bupati periode pertama, sudah ada 120 perumahan dari 460 perumahan yang diserahkan PSU-nya oleh pengembang ke Pemkab Bandung. Hal itu diungkapkannya saat […]