Bale Bandung

Minim Sampah Sambut Tahun Baru 2023

×

Minim Sampah Sambut Tahun Baru 2023

Sebarkan artikel ini
Alat berat wheel loader saat mengeruk sampah di TPS Pasar Banjaran Kabupaten Bandung, Jumat (30/12/2022).

BANJARAN,balebandung.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung melaksanakan operasi bersih pengerukan atau pengangkutan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pasar Banjaran, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Jumat (30/12/2022).

Untuk membersihkan sampah di TPS Pasar Banjaran itu, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan sejumlah tronton atau dump truk untuk mengangkut sampah yang diperkirakan mencapai antara 70-100 tronton atau truk dengan kapasitas 25 meter kubik/tronton, sehingga volume sampai bisa mencapai 250 meter kubik yang diangkut ke TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, pengangkutan sampah saat ini ada kendala karena kondisi hujan dan menyebabkan akses ke pembuangan sampah licin, sehingga 40 armada tertahan di TPA Sarimukti, setelah terjadi antrian truk sampah sampai 4 km.

“Sehingga armada yang tertahan di TPA tidak bisa bulak balik dua kali dalam sehari mengangkut sampah ke TPA,” kata Asep.

Asep mengatakan, sampah yang menumpuk di TPS Pasar Banjaran itu bukan seluruhnya dari sampah pasar tersebut. “Ada sampah dari titik lain atau kiriman. Ada beberapa RW dari lima desa di Kecamatan Banjaran yang buang sampah ke TPS Pasar Banjaran itu, selain sampah asal pasar,” katanya.

Asep mengatakan banyak warga yang sengaja buang sampah ke TPS Pasar Banjaran, sehingga volume timbulan sampah cukup besar. Untuk penanganan sampah di TPS itu, katanya, tidak bisa dilaksanakan secara manual, sehingga untuk pengerukan sampah dengan skala besar diberikan tambahan penguatan armada oleh Bupati Bandung HM Dadang Supriatna berupa alat berat wheel loader.

Asep mengatakan, sampah yang menumpuk di lokasi Pasar Banjaran itu, bukan titik layanan pembuangan sampah secara langsung. Dalam arti, ini akan dinamis tergantung pihak-pihak yang buang ke tempat sampah ini.

Baca Juga  157 Korban Jiwa Tertimpa Longsor Sampah TPA Leuwigajah

“Memang ini agak krusial karena bukan kawasan TPS. Tetapi dimanfaatkan oleh sebagian orang, yang belum memiliki kemampuan mengolah sampah sendiri sehingga terjadi titik buang sampah di TPS Pasar Banjaran ini,” kata Asep.

Ia menyebutkan bahwa sampah bukan sumber masalah, kalau ditangani dengan benar. “Kita tahu sampah yang masuk ke Pasar Banjaran, tak hanya sampah pasar, juga sampah warga sekitar dengan jumlah yang cukup besar,” kata Asep.

Ia mengatakan penanganan sampah di Pasar Banjaran ini, sebagai bentuk respon Bupati Bandung dalam penanganan sampah minim sampah saat perayaan Tahun Baru 2023.

“Kita bersihkan kantong-kantong sampah, sehingga bisa mengakomodasi timbunan sampah baru, yang kemungkinan akan ada penambahan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Asep mengungkapkan bahwa di Kabupaten Bandung cukup banyak tempat wisata, sehingga akan ada pergerakan orang yang berpotensi adanya penambahan sampah. “Kita juga mendapat dukungan dari Pak Bupati Bandung, yaitu ada penambahan alat berat wheel loader berfungsi untuk pengangkutan sampah dari titik sampah ke armada. Mengingat dengan tumpukan sampah yang cukup besar tidak bisa dilaksanakan secara manual,” jelas Asep.

Dia berharap dengan adanya penambahan alat berat wheel loader yang cukup ekstra dalam penanganan sampah di Pasar Banjaran ini, nantinya satu unit wheel loader bisa disimpan atau stand by untuk pengangkutan sampah ke masing-maisng armada. “Tapi tidak mengurangi pelayanan di tempat lain. Di tempat ini bisa disimpan satu unit wheel loader dan satu unit lagi mobile untuk pengangkutan sampah-sampah yang cukup besar,” katanya.

Asep mengungkapkan, sampah yang dihasilkan setiap hari di Kabupaten Bandung, berdasarkan rasio dalam master plan, setiap orangnya menghasilkan 0,5 kg/orang/hari. Dari 3,6 juta lebih warga Kabupaten Bandung, dikalikan 3,6 juta jiwa, sehingga muncul angka 1.280 ton/hari timbulan sampah baru.

Baca Juga  Jenguk Anak Penderita Pneumonia, Oded Minta Warga Setop Bakar Sampah

“Tapi rasio ini hanya teori, ada yang 0,3 kg, 0,5 kg dan ada juga 0,7 kg. Kita merujuk ke 0,5 kg di dokumen master plan yang disepakati di Bandung Raya mengacu pada SNI,” kata Asep.

Asep mengungkapkan, sebanyak 350 ton sampah yang terangkut ke TPA, dan sisanya juga tidak menjadi salah liar. Karena Dinas Lingkungan Hidup juga punya program lain, yaitu sampah didekati dengan dua sistem.

“Satu membangun sistem berbasis masyarakat, dimana edukasinya melalui basis individu dalam pengurangan sampah. Selain mengeluarkan instruksi Bupati, dan melaksanakan program sosialisasi dimana setiap individu menggunakan kemasan yang bisa dipakai ulang. Baik untuk makan maupun belanja,” tuturnya.

Kemudian dengan cara kedua, ia mengatakan, berbasis rumah tangga, dan pihaknya sudah lama menggulirkan program LCO (Lubang Cerdas Organik) dan setiap rumah wajib memiliki dua LCO atau lubang organik. Dengan adanya LCO itu untuk menampung sampah yang dihasilkan rumah tangga.

“Ini sudah terbangun hampir satu juta lebih LCO. Sudah terbangun hampir satu juta lebih lubang biopori di Kabupaten Bandung. Satu LCO dengan kapasitas enam liter,” katanya.

Asep mengatakan dengan adanya LCO itu sampah organik yang dihasilkan masing-masing rumah tangga, bisa tertangani 45-60 persen. “Bayangkan tiap rumah memiliki 2 LCO, artinya sampah organik di rumah tangga itu bisa tertangani hingga 45-60 persen bisa tertangani. Sisanya, 30 persen sampah anorganik bernilai ekonomis,” ujarnya.

Asep menyebutkan di Kabupaten Bandung memiliki 11 industri daur ulang yang mampu menyerap sampah anorganik. “Makanya, kita kembangkan bank sampah, sebagai media edukasi dan titik kolekting dari sampah warga sampai industri daur ulang. Berikutnya di bank sampah tematik di level RW, sirkular ekonomi yang sudah digulirkan,” katanya.

Baca Juga  Kader BBBS Embrio Warga Peduli Kelola Sampah

Ia pun menyebutkan di level desa, sudah ada 150 TPS 3R, 2 TPST dan Puspa di Jelekong. Untuk itu, sampah yang dihasilkan mencapai 1.280 ton per hari itu didekati dengan berbagai sisi penanganan. “Ada darurat dalam artian di buang ke TPA, ada juga sistem. Mulai dari RW, Desa, Kecamatan sampai di kawasan,” katanya.

Menurutnya, sampah itu seiring dengan dinamika kehidupan, semakin tambah orang, semakin tambah sampah yang dihasilkan. “Jadi sangat menantang dan dibutuhkan berbagai pendekatan dan kerjasama semua pihak. Kita semua dituntut berkontribusi, baik secara pribadi karena kita sumber sampah. Tapi kita juga bisa menjadi sumber solusi dengan mempertangungjawabkan terhadap sampah yang kita hasilkan,” ucapnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Rapat Paripurna ini dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait usulan pembahasan serta penandatanganan keputusan DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menyelenggarakan Safari Ramadhan 1447 H dengan memberikan bantuan sembako sebanyak 10.115 paket di Dieng dan Patuha. Selain bantuan paket sembako tesebut, GeoDipa juga turut memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan kurang mampu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Paket sembako tersebut diberikan untuk 16 Desa, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026. Pemkab Bandung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membayar THR bagi 7.550 P3K PW. Mereka terdiri P3K PW Guru dan Tenaga Kependidikan yang berjumlah 4.320 orang, […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 2026 yang digelar PT Geo Dipa Energi (Persero) di Grand Sunshine Soreang, Kamis 5 Maret 2026. Mengusung tema “Terus Berbenah, Memperbaiki Diri, dan Menjalankan Amanah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai bagian […]