BANDUNG, balebandung.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan, tahun lalu Jawa Barat mencatat penurunan prevalensi stunting tertinggi secara nasional, yakni sebesar 5,8 persen. Capaian itu menurutnya harus terus ditingkatkan dengan target prevalensi stunting Jabar di bawah 10 persen, bahkan menuju zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru.
“Capaian ini patut disyukuri, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Target kita jelas, penurunan signifikan hingga di bawah 10 persen dan tidak ada lagi stunting baru di Jawa Barat,” ujar Erwan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar Perwakilan BKKBN Jabar, Kamis 26 Februari 2026.
Wagub Jabar menegaskan, Rakorda tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program konkret tahun 2026, termasuk penguatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B).
“Program tersebut dinilai berkontribusi langsung terhadap percepatan penurunan stunting,” kata Wagub.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi menyebutkan, saat ini terdapat 37 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Jawa Barat. Setiap tim terdiri dari tiga orang, sehingga total personel mencapai sekitar 111 ribu orang yang bergerak di lapangan.
Namun, Dadi mengakui belum seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat melayani program MBG 3B. “Baru sekitar 60 persen yang melayani 3B. Ke depan, kami dorong SPPG baru, khususnya untuk membuka layanan 3B karena ini memang fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Dadi.
Untuk mendukung operasional TPK, pemerintah pusat akan memberikan stimulus tambahan. Selain honorarium yang telah diterima, para pendamping juga akan difasilitasi kendaraan operasional berupa sepeda motor. Distribusi kendaraan tersebut akan berbasis Kampung KB yang memiliki TPK dan SPPG aktif.
Menurut Dadi, meski tanpa dukungan kendaraan operasional, para TPK telah bekerja aktif di lapangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas, semangat, dan produktivitas pendamping dalam menjangkau keluarga sasaran.
Pemprov Jabar dan Kemendukbangga/BKKBN optimistis sinergi program, penguatan fasilitas, serta optimalisasi peran TPK akan mempercepat penurunan stunting di Jawa Barat secara signifikan pada 2026. Bahkan, diharapkan Jabar segera mencapai zero new stunting.***







