BANDUNG, balebandung.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat Darwisman menegaskan OJK terus memperkuat Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan memfokuskan pengembangan komoditas unggulan susu sapi perah pada 2025. Hal ini menurutnya sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi riil dan meningkatkan produktivitas peternak di Jawa Barat.
Darwisman mengatakan fokus ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor jasa keuangan melalui dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.
“Pelaksanaan PED mengacu pada peta jalan 2025–2029 yang mengedepankan komoditas berdaya saing tinggi serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Jawa Barat, salah satunya komoditas susu sapi perah,” kata Darwisman dalam keterangan resminya, Selasa 17 Desember 2025.
Ia menandaskan program ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, kelayakan investasi, serta pendekatan komprehensif lintas pemangku kepentingan.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Daerah 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan pengembangan komoditas susu sapi perah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor, dengan target pertumbuhan produksi sebesar 23,75 persen dalam lima tahun, dari 246,6 ribu ton pada 2024 menjadi 305 ribu ton pada 2029.
Pada 11 September 2025, telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman Program Pengembangan Komoditas Susu Sapi Perah di Lembang yang melibatkan pemerintah daerah, offtaker, dan perbankan.
Saat ini ada 15 kabupaten/kota sebagai sentra produksi susu sapi perah di Jawa Barat, dengan produksi terbesar berada di Kabupaten Bandung (66.421 ton) dan Kabupaten Bandung Barat (66.256 ton).
Mempertimbangkan potensi ekonomi, OJK Jabar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) serta Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat menginisiasi program pengembangan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bogor.
Selain itu, OJK Jabar bersama DKPP mengembangkan satu sentra baru di Kabupaten Majalengka melalui pemberian 50 ekor sapi perah yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2026. OJK juga akan melibatkan KOTM dalam pengembangan di Kabupaten Garut dan KOCB dalam pengembangan sentra Majalengka.
Per 30 September 2025, realisasi penyaluran kredit kepada peternak sapi perah di Jawa Barat mencapai Rp4,1 miliar kepada 90 debitur. Selanjutnya, OJK Jabar akan melakukan evaluasi dan monitoring berkala terhadap implementasi program untuk memastikan penyaluran pembiayaan dan perluasan akses keuangan berjalan optimal.
Pengembangan peternak sapi perah ini merupakan bagian dari program ekonomi daerah yang diperkuat melalui Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Peternak Sapi Perah Jawa Barat antara Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Barat, perbankan, dan Pemprov Jabar.
Ke depan, OJK Jabar akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan Program Pengembangan Ekonomi Daerah berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Melalui pengembangan komoditas susu sapi perah, OJK mendorong peningkatan produktivitas peternak, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan ekosistem usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” kata Darwisman.***







