Bale Bandung

Pendidikan-Kebudayaan Ibarat 2 Sisi Mata Uang

×

Pendidikan-Kebudayaan Ibarat 2 Sisi Mata Uang

Sebarkan artikel ini
Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari tanah Pasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950an dan dibuat ualng oleh dra. Irawati Durban pada tahun 1965. by ist
Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari tanah Pasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950an dan dibuat ualng oleh dra. Irawati Durban pada tahun 1965. by ist

SOREANG – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Ayep Rukmana berpendapat, wacana pemisahan bidang kebudayaan dari Dinas Pendidikan, dan digabungkan dengan kepariwisataan, merupakan langkah yang tidak tepat.

Menurut Ayep kebudayaan dan pendidikan ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Misalnya, pengajaran kebudayaan yang didalamnya mencakup kesenian, baik itu tradisional maupun kontemporer, untuk anak-anak lebih efektif jika diajarkan dan ditanamkan sejak dini di sekolah. Tentunya, dengan adanya pemisahan ini, secara teknis akan menyulitkan koordinasi dan birokrasinya.

“Saya berbicara bukan karena sebagai Kepala Bidang Kebudayaan dan dibesarkan di Dinas Pendidikan yah. Tapi memang kenyataannya jika dipisahkan dari Dinas Pendidikan, Bidang Kebudayaan ini justru akan kesulitan birokrasi dan koordinasi. Padahal objek pengajaran dari kebudayaan itu sendiri lebih banyak di dunia pendidikan yakni para pelajar di semua tingkatan sekolah. Karena sekolah tempat mengajarkan anak-anak sejak dini untuk mengenal dan mempelajari kebudayaannya. Jadi, antara kebudayaan dan pendidikan itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” terang Ayep, Minggu (18/9/16).

Ayep mencontohkan, kesulitan teknis birokrasi yang kemungkinan terjadi, jika bidang kebudayaan ini terpisah dari Dinas Pendidikan. Misalnya, jika akan diselenggarakan suatu pagelaran seni budaya, yang membutuhkan keterlibatan pelajar, tentu bidang kebudayaan yang telah di luar Dinas Pendidikan ini akan kesulitan melakukannya. Begitu juga dalam pengajaran pendidikan kebudayaan kepada siswa, jika berada di satuan kerja (satker) lain, tentu saja bisa menyulitkan.

“Mungkin kelebihannya, kalau dipisahkan dengan Dinas Pendidikan, untuk pengembangan seni budaya itu bisa lebih konsen. Tapi hal yang harus diingat adalah akan terjadi kesulitan birokrasi dan koordinasi dengan bidang pendidikan. Contohnya, kalau ada pagelaran seni budaya yang melibatkan siswa. Kalau saat ini kan, Kepala Disdikbud bisa memberikan imbauan kepada para Kepsek untuk mengirimkan peserta sekaligus membawa serta semua siswanya ke pagelaran tersebut,” tutur Ayep.

Baca Juga  Kebudayaan Jabar Belum Tampil Maksimal

Lain lagi kalau itu sudah dipisah, tukas Ayep, pasti akan sulit dilakukan. Misalnya bidang kebudayaan ini meminta mendatangkan siswa ke pagelaran tersebut, nanti anggarannya siapa yang bertanggungjawab. Karena bisa saja tidak ada anggaran untuk itu di Bidang Kebudayaan kalau sudah dipisahkan dari Dinas Pendidikan. “Kalau selama ini kan siswa bisa datang dengan sukarela dan antusias karena kebudayaan ini bagian dari pendidikan”ujarnya.

Tak hanya itu saja, penyelarasan waktu juga harus menjadi pertimbangan. Karena saat akan dilakukan kegiatan atau pagelaran seni budaya, khususnya yang melibatkan para siswa, harus disesuaikan dengan jadwal kegiatan siswa. Hal ini mudah dilakukan jika birokrasi dan koordinasinya masih dalam satu atap, yakni di Disdikbud.

“Apalagi dalam nomeklatur diatasnya juga seperti itu. Coba saja lihat diatasnya, yakni Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, itu dilakukan bukan tanpa sebab. Tapi karena memang antara Kebudayaan dan Pendidikan itu tidak bisa dipisahkan,” sebutnya.

Ayep berpendapat, jika ingin memajukan kebudayaan di Kabupaten Bandung, bukan dengan cara memisahkan Bidang Kebudayaan dari Dinas Pendidikan. Tapi alangkah baiknya Bidang Kebudayaan yang berada di Dinas Pendidikan itu lebih diperkuat. Baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun juga kewenangannya. Sehingga bisa lebih konsen untuk melakukan penguatan Bidang Kebudayaan, baik itu di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

“Akan lebih baik memperkuat bidang kebudayaan yang sudah ada di Dinas Pendidikan ini. Misalnya penguatan, perbaikan, penambahan SDM-nya. Serta memberikan dukungan anggaran dan kewenangan yang lebih besar dan luas, itu akan lebih efektif, efisien sekaligus tepat sasaran,”sarannya.

Seperti diketahui, seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2016, mengenai Efisiensi Pengelolaan Pemerintahan, pemerintah daerah diharuskan melakukan perampingan dan perubahan SOTK. Untuk di Kabupaten Bandung, Pansus 8 yang membidangi perubahan SOTK, berencana memisahkan bidang kebudayaan dari Dinas Pendidikan. Nantinya Bidang Kebudayaan ini akan digabungkan dengan Bidang Kepariwisataan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Rapat Paripurna ini dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait usulan pembahasan serta penandatanganan keputusan DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menyelenggarakan Safari Ramadhan 1447 H dengan memberikan bantuan sembako sebanyak 10.115 paket di Dieng dan Patuha. Selain bantuan paket sembako tesebut, GeoDipa juga turut memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan kurang mampu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Paket sembako tersebut diberikan untuk 16 Desa, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026. Pemkab Bandung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membayar THR bagi 7.550 P3K PW. Mereka terdiri P3K PW Guru dan Tenaga Kependidikan yang berjumlah 4.320 orang, […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 2026 yang digelar PT Geo Dipa Energi (Persero) di Grand Sunshine Soreang, Kamis 5 Maret 2026. Mengusung tema “Terus Berbenah, Memperbaiki Diri, dan Menjalankan Amanah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai bagian […]