Bale Bandung

Saresehan Kebangsaan Lakpesdam Rancaekek Dukung KH Abbas Buntet Jadi Pahlawan Nasional

×

Saresehan Kebangsaan Lakpesdam Rancaekek Dukung KH Abbas Buntet Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Sarasehan Kebangsaan “Keteladanan Sikap Patriotisme Para Pejuang Kemerdekaan RI, di GSG Kel Rancaekek Kencana Kec Rancaekek Kab Bandung, Sabtu (30/8/25).

RANCAEKEK, balebandung.com – Pendiri Laskar Hizbullah, KH Abbas Abdul Jamil (KH Abbas Buntet) menjadi topik pembahasan khusus dalam Sarasehan Kebangsaan di Gedung Serba Guna Kelurahan Rancaekek Kencana Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Sabtu 30 Agustus 2025.

Saresehan yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Rancaekek yang bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Bandung ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen selain dari NU sendiri, juga termasuk undangan ormas lainnya.

Bertema “Keteladanan Sikap Patriotisme Para Pejuang Kemerdekaan RI, saresehan dimoderatori oleh Ketua PRNU Rancaekek Kencana, Dr. Taufik Hidayatullah. Saresehan ini digelar dalam rangka mendukung diusulkannya KH Abbas Buntet untuk dijadikan Pahlawan Nasional RI, dalam rangka penghormatan atas jasa perjuangannya.

Sejauh ini, pengusulan tersebut sudah memenuhi syarat administratif dan telah diverifikasi oleh Kementerian Sosial dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Pengusulan didasari oleh jasa-jasa KH Abbas Buntet dalam perjuangan kemerdekaan RI dan kontribusi di bidang pendidikan Islam, terutama dalam pertempuran di Surabaya pasca-kemerdekaan.

Tampil sebagai nara sumber dalam Saresehan Kebangsaan ini antara lain Ketua Lakpesdam Rancaekek KH Aan Aliyudin, Sejarawan KH Nanang Mukjijat dan Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar yang membuka saresehan. Narsum lainnya yaitu yang mewakili  Danramil Rancaekek, dan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar.

Cecep Suhendar menyatakan Kemerdekaan RI dapat diraih oleh rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, khususnya lagi dari NU.

“Perjuangan warga NU, para kiai NU, saat merebut kemerdekaan sampai diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, diadu domba, mereka berkorban tanpa pamrih dan tidak butuh balas budi sampai tercapai kemerdekaan itu dan ini tercatat dalam sejarah,” kata Cecep.

Cecep juga mengaku sosok KH Abbas Buntet adalah salah satu idolanya karena merupakan seorang ulama besar dari kalangan NU yang berani secara berani dan terbuka melawan penjajah.

“Tentu saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung juga turut mendukung KH Abbas Buntet ini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi NKRI,” tandas Cecep.

Menurut narasumber lainnya, Ketua Lakpesdam MWC NU Rancaekek Aan Aliyudin menjelaskan, KH Abbas Djamil Buntet adalah seorang ulama sekaligus pahlawan yang luar biasa perjuangannya dalam merebut kemerdekaan.

Aan menuturkan secara singkat biografi dari KH. Abbas Buntet, yang lahir pada Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 1879 M di Desa Pekalangan, Cirebon. Merupakan putra sulung KH. Abdul Jamil.

Berdasarkan jalur nasab dari sang ayah, KH Abbas merupakan turunan dari KH. Muta’ad yang tak lain adalah menantu pendiri Pesantren Buntet, yakni Mbah Muqayyim salah seorang mufti di Kesultanan Cirebon.

Jika ditelusuri ke atas, kata Aan, Kiai Abbas adalah keturunan KH Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati), salah seorang anggota Wali Songo, sekaligus pendiri Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Ketika negara memanggil, Kiai Abbas bersama para ulama lain mencertuskan Resolusi Jihad. Ia adalah salah satu pendiri Laskar Hizbullah, sebuah organisasi militer Islam di bawah binaan Masyumi yang dibentuk pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, tepatnya tahun 1944,” papar Aan.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, lanjut Aan, Laskar Hizbullah justru menjadi salah satu kekuatan penting yang berjuang melawan penjajah Belanda dan sekutunya.

“Dengan landasan ideologis, spiritual dan patriotisme dari fatwa Resolusi Jihad, Laskar Hizbulloh pun berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di antaranya terlibat dalam perang 10 November 1945 di Surabaya dengan Komandan Laskar Hizbulloh KH Abbas Buntet sendiri,” tutur Aan.

Tanpa Resolusi Jihad, kata Aan, perlawanan rakyat Surabaya mungkin tidak sekuat dan seberani itu. Karena itulah, peristiwa 10 November disebut juga sebagai buah dari Resolusi Jihad.

“Hingga suatu ketika saat semua pasukan Hizbullah-Sabilillah sedang bersiap-siap mengadakan perlawanan di Surabaya, Kiai Hasyim berkata “Kita tunggu dulu Macan dari Cirebon”. Kiai Hasyim menjuluki Kyai Abbas dengan Macan dari Cirebon karena keberaniannya dalam pertempuran,” kata Aan.

Setelah Kiai Abbas beserta pasukan ia bawa dari Jawa Barat tiba, barulah Kiai Hasyim merestui dimulainya pertempuran dengan dipimpin Kiai Abbas.

Bersama yang lain, Kiai Abbas merancang strategi perang gerilya dan membakar semangat jihad di kalangan pejuang. Sebagai ulama dan mursyid tarekat, KH. Abbas juga memberi dukungan spiritual: doa, wirid, dan zikir untuk memperkuat mental para pejuang.

Sementara itu narsum lainnya, Nanang Mu’jijat menjelaskan, KH Abbas adalah seorang ulama kharismatik yang menjadi tokoh sentral di Jawa Barat yang bersama muasis NU KH Hasyim Ashari mencetuskan Resolusi Jihad.

“Atas peran KH Abbas Buntet, Resolusi Jihad ini pun didukung oleh kesultan-kesultanan lain yang berafiliasi ke nusantara antara lain Cirebon, Banten, Solo, Jogja, Pajang Surabaya dan daerah lainnya di Indonesia. Lebih dari itu KH Abbas Bunten juga mendirikan Laskar Hizbulloh untuk berperang melawan penjajah dengan semangan Resolusi Jihad,” kata Nanang.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Setelah sukses menjadi tuan rumah dan menggelar berbagai event tingkat nasional, Kabupaten Bandung kembali diincar menjadi tuan rumah peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) tingkat nasional tahun 2026 yang rencananya digelar 25 April 2026. Hal ini terungkap saat Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Sekda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana menerima silaturahmi dan kunjungan kerja […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung segera menggelar agenda Musyawarah Cabang (Muscab) rencananya di Grand Sunshine Soreang, 8 April 2026. Muscab DPC PKB Kabupaten Bandung ini mengagendakan laporan pertanggungjawaban Ketua dan Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2021-2026 serta pemilihan Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung periode 2026-2031. “Sesuai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Adanya efisiensi berupa pemotongan Transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp933 miliar membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus melakukan penyesuaian. Kendati demikian, Bupati Bandung Dadang Supriatna menandaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu isu strategis dalam RKPD 2027. Hal itu diungkapkannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Bandung, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung tahun 2025 mencapai 6,45 persen. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen dan Provinsi Jawa Barat yang sebesar 5,32 persen. Selisihnya sekitar 1,34 poin di atas nasional dan 1,13 poin di atas Jawa Barat. Hal ini mendapatkan apresiasi dan applause dari peserta Rapat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin Rapat Koordinasi Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW), di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Senin (30/3/2026). Rapat tersebut dihadiri para kepala OPD, Kapolresta Bandung, dan jajaran Forkopimda. Bupati Bandung mengatakan, rakor digelar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkades PAW berjalan optimal, aman dan tertib. Dari total 13 […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali menggelar program percepatan penyerahan Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) untuk komplek perumahan di periode kedua kepemimpinannya. Bupati Bandung menyebut selama dirinya menjabat 3,5 tahun sebagai bupati periode pertama, sudah ada 120 perumahan dari 460 perumahan yang diserahkan PSU-nya oleh pengembang ke Pemkab Bandung. Hal itu diungkapkannya saat […]