Bale Kota Bandung

Sosialisasi Penanganan Anak Autis Masih Minim

×

Sosialisasi Penanganan Anak Autis Masih Minim

Sebarkan artikel ini
Kyle Kaenel dari Rosetta Stone California mengunjungi Lembaga Pendidikan Anak Autis Prananda di Jl Logam Bandung.
Kyle Kaenel dari Rosetta Stone California mengunjungi Lembaga Pendidikan Anak Autis Prananda di Jl Logam Bandung.

BANDUNG, Balebandung.com – Sosialisasi penanganan anak penyandang autis dinilai masih minim, termasuk deteksi autis sejak dini terhadap anak. Padahal deteksi dini anak yang menyandang gejala autis bisa dilakukan sebelum autis makin berat terhadap perkembangan otak anak.

Namun praktisi autis Fattah Lesmana menilai, sosialisasi yang dilakukan pemerintah tentang deteksi dini anak penyandang autis masih sangat minim dan tidak masif. Fattah menyatakan penyandang autis masih belum mendapat perhatian besar dari berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Bahkan, sosialisasi terhadap warga soal autis pun sangat minim.

“Selama ini sosialisasi tentang anak autis masih sebatas para praktisi autis saja. Hanya yang melibatkan guru sekolah luar biasa (SLB), orang tua yang punya anak autis atau komunitas yang concern terhadap autis. Dari pihak pemerintah sendiri sosialisasi tentang anak autis ini masih minim,” ungkap Fattah kepada Balebandung.com, di Lembaga Pendidikan Prananda, Jl Logam Bandung, Kamis (25/7/19).

Menurut Fattah yang juga Pembina Yayasan Bentas Mulia Prananda sekolah autis ini, sosialisasi penanganan anak autis sangat penting dilakukan secara massif termasuk ke masyarakat umum, agar deteksi anak autis bisa dilakukan sejak dini.

“Anak bisa mulai ketahuan autis itu kan kalau sudah berumur satu tahun. Di situ baru kita bisa mengenal gejalanya dan harus segera ditangani agar autisnya tidak makin parah ssuai perkembangan otaknya. Nah, ini yang masih kurang diketahui masyarakat luas, apalagi terutama bagi para kader posyandu,” jelas Fattah.

Selain itu, keterbukaan keluarga pada anak yang menderita autis juga masih sangat rendah. Sebagian besar keluarga lebih menutup diri atas kondisi anak yang menyandang autis daripada harus berkonsultasi dengan psikolog atau dokter. Hal ini pun menurutnya perlu disosialisasikan lebih masif lagi.

Baca Juga  14 Pasangan Pengantin Disabilitas Nikah Massal

Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah daerah bisa lebih massif dalam mensosialisasikan pengetahuan tentang penanganan anak autis dengan melibatkan semua stakeholder terkait dan masyarakat umum. “Sosialisasinya kan bisa dilakukan di setiap kecamatan atau tiap desa, dengan melibatkan para kader posyandu,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut dapat bertukar pengalaman dan pengetahuan bagaimana menangani anak autis melalui berbagai metode penanganan atau terapi, yang juga dikombinasikan dengan berbagai pengalaman di lapangan langsung yang ditemukan.

Ia menyatakan anak autis sebenarnya bisa ditangani sejak dini agar tidak makin parah berat perkembangan otak sang anak. “Minimal kita bisa ajarkan anak autis ini bisa mandiri saja dulu. Mandi sendiri, berpakaian sendiri, makan sendiri diajari tata krama, dididik mental dan karakternya melalui terapi,” papar Fattah.

Selain terapi dan pendidikan, sosialisasi dan penerimaan masyarakat lingkungan sekitar menjadi unsur penting. Sebab bagaimana pun, kata Fattah, anak autis berhak untuk hidup sebagaimana manusia normal lainnya. “Intinya kita harus bisa memanusiakan anak autis ini,” tandasnya.

Data WHO menyebut di dunia ada sekitar 35 juta penyandang autisme. Artinya, 6 dari 1.000 orang menderita autisme. Di Indonesia penyandang autisme mencapai 112 .000 anak dengan rentang usia 5-19 tahun. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Kota Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Budaya Untuk Individu Spesial (YBUIS) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Jawa Barat (DPW IPTI Jabar) menggelar kegiatan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, di Galeri PlaAstro, Jalan Moh. Toha, Kota Bandung, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara” ini menekankan semangat persatuan dengan membuka ruang […]

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]