Bale Kab Bandung

4.000 Bibit Pohon Siap Hijaukan Lahan Kritis Cicalengka

Anggota DPRD Kab Bandung Fraksi PDI Perjuangan M Luthfi Hafiyyan secara simbolis menyerahkan bantuan bibit pohon dari BPDAS Cimanuk-Citanduy kepada Kelompok Eco Village Sabilulungan, di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Kab Bandung, Minggu (17/11/19). by fabio/MLH Center

CICALENGKA, Balebandung.com – Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PDI Perjuangan Mochammad Luthfi Hafiyyan secara simbolis menyerahkan bantuan bibit pohon dari BPDAS Cimanuk-Citanduy kepada Kelompok Eco Village Sabilulungan, di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Kab Bandung, Minggu (17/11/19).

Luthfi menyebut ke-4.000 bibit pohon itu merupakan jenis tanaman keras terdiri dari alpukat, sirsak, nangka dan salam masing-masing 1.000 batang. Bibit tanaman tersebut akan ditanam di wilayah Blok Cileutik Kp. Tokiang Rt 005 Rw 003 Desa Dampit Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

“Sebagai anggota dewan dari Dapil 4, saya memfasilitasi kebutukan bibit pohon dari Kelompok Eco Village Sabilulungan yang selanjutnya akan ditanam di salah satu titi lahan kritis di Desa Dampit. Saya berharap penghijauan ini tidak semata peran serta dalam penyelamatan lahan kritis melainkan juga memiliki nilai manfaat dan kegunaan,” kata Luthfi usai penyerahan bibit pohon.

Penanaman pohon itu akan dilaksanakan dengan melibatkan peran serta masyarakat di lahan seluas satu hektar di kawasan daerah tangkapan air hujan di DAS Sungai Citarik itu yang juga merupakan salah satu penyangga mata air Sungai Citarum dan guna meningkatkan daya serap air tanah.

“Penghijauan ini bukan sekedar penanaman pohon, namun juga memberdayakan kelompok tani dan aktivis lingkungan seperti Kelompok Eco Village Sabilulungan untuk pemeliharaan dan pemanfaatannya lebih lanjut,” imbuh Luthfi.

Kordinator Kelompok Eco Village Sabilulungan Aep Saepudin menambahkan, penghijauan ini untuk menanami lahan yang tidak produktif dalam rangka mendukung program Citarum Harum. “Selain itu penanaman juga dilakukan untuk meningkatkan resapan air, mencegah erosi dan banjir,” imbuh Aep.

Aep mengungkapkan, akses jalan jadi untuk menuju lokasi penghijauan di Blok Cileutik Kp. Tokiang Desa Dampit. “Karena akses jalan belum memadai, sehingga masyarakat merasa kesulitan untuk menggarap lahannya karena resikonya cukup tinggi, seperti biaya angkut bibit, pupuk, dan yang lainnya,” ungkap Aep.

karena daerah ini merupakan kawasan perbukitan penyerapan air untuk penduduk setempat dengan kontur tanah gembur dan mudah longsor.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close