SOREANG, balebandung.com – Awal Ramadan ini Baznas Kabupaten Bandung meluncurkan Program Dai Pelosok, di mana Baznas merekrut para dai atau ustadz/ustadzah yang berkompeten, untuk kemudian ditempatkan di masjid-masjid di pelosok kampung yang memang SDM ustadz-nya minim, termasuk dari sisi keagamaan warga setempat.
Peluncuran ditandai dengan pelepasan ustadz terpilih oleh Ketua Baznas Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi di Kantor Baznas Kabupaten Bandung, Kamis 19 Desember 2026.
“Dai Pelosok ini sebagai wujud komitmen dan memperluas jangkauan dakwah serta penguatan layanan keagamaan bagi masyarakat di wilayah prlodok terpencil,” jelas Yusuf.
Menurutnya, Program Dai Pelosok ini akan dijadikan agenda tahunan yang dirancang untuk menugaskan para dai selama satu bulan penuh selama Ramadan di berbagai prlodok desa di wilayah Kabupaten Bandung.
“Khususnya kawasan pegunungan dan pelosok yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan dan pendampingan keagamaan secara berkelanjutan,” jelas Yusuf.
Selama masa penugasan, para dai akan melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan yang bersifat edukatif, spiritual dan sosial. Antara lain meliputi peran sebagai imam dan penceramah salat tarawih, penyampaian kultum Ramadan, pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak, pembinaan remaja masjid, serta pendamping sosial keagamaan bagi masyarakat setempat.
“Implementasi program ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam secara inklusif sekaligus meningkatkan kualitas praktik ibadah dan partisipasi keagamaan masyarakat selama Ramadan,” pungkas Yusuf.
Untuk sementara Dai Pelosok ini baru siap diutus atau ditempatkan di pelosok kampung di Kecamatan Pangalengan dan Arjasari. Para Dai Pelosok ini nantinya diberi honor untuk transportasi dan makan.***







