Bale Kota Bandung

Pengeroyok Anggota Kopassus Divonis 11 Tahun

×

Pengeroyok Anggota Kopassus Divonis 11 Tahun

Sebarkan artikel ini
Terdakwa Marsel Gerald Akbar alias Bule, 31, saat jalani sidang kasus pembunuhan Pratu Galang di PN Bandung.by bb2
Terdakwa Marsel Gerald Akbar alias Bule, 31, saat jalani sidang kasus pembunuhan Pratu Galang di PN Bandung.by bb2

BANDUNG – Terdakwa kasus pengeroyokan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopasus) Pratu Galang, Marcel Gerald Akbar divonis 11 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah menganiaya hingga korban meninggal dunia.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung, Kartim Haerudin menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat 2 ketiga Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Menyatakan terdakwa bersalah secara terang-terangan melakukan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara,” tegas Kartim dalam amar putusannya di PN Bandung, Selasa (17/1/17).

Putusan hukum tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandung. Jaksa menuntut dituntut 12 tahun penjara.

Hal yang memberatkan, menurut majelis, terdakwa melakukan perbuatan yang sadis, yang menjadi korban adalah aparatur negara, dalam hal ini anggota TNI Angkatan Darat. Sementara, yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Terdakwa Marsel merupakan satu dari sekitar 20 orang pelaku pengeroyokan yang berujung dengan penusukan Pratu Galang. Hakim juga menuturkan kronologis insiden yang terjadi pada Minggu (5/6) pukul 02.40, di Jalan Sudirman oleh sekelompok orang yang merupakan anggota geng bermotor inisial B.

“Terdakwa Marsel bersama Ridwan, Eki, Eri (masing-masing berkas terpisah), serta Rius, Arjun, Cempreng, Gelung, Endog, Gepeng, Kentung (DPO), dan anggota lainnya dengan total sekitar 20 orang tengah mencari anggota kelompok G dengan cara berkonvoi menggunakan sepeda motor,” tutur hakim.

Di bundaran Jalan Sudirman, perbatasan Kota Bandung dan Kota Cimahi, mereka disalip korban dan hampir menyerempet salah satu kendaraan kelompoknya. Merasa diserang, korban dikejar dan dipepet yang kemudian dihentikan terdakwa Marsel. Namun, korban lakukan perlawanan yang berujung dengan pengeroyokan. Kemudian, Marsel berkali–kali melayangkan pukulan ke arah dada dan muka korban dengan tangan kosong bersama beberapa pelaku lainnya, dan menusukkan senjata tajam hingga korban mengalami luka parah sebelum meregang nyawa.

Baca Juga  PPIPK 2015 Terserap 93,39%

“Eri (terdakwa lain) menusuk dua kali pada punggung korban. Eki menusuk ke bagian perut. Gepeng, Cempreng, Kentung, Gelung, serta pelaku lainnya memukul menendang dan menusukkan senjata tajam kepada korban,” paparnya.

Usai korban terjatuh tak berdaya, para pelaku meninggalkannya begitu saja. Akibat perbuatan tersebut, Galang mengalami empat luka robek di sekitar punggung dan luka lecet serta lebam di daerah dahi dan pelipis, sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Dustira Cimahi.

Meski lebih rendah satu tahun dari tuntutan jaksa, terdakwa memilih mengajukan banding terhadap vonis tersebut. Sementara, jaksa penuntut umum memilih untuk pikir-pikir sebelum memutuskan upaya selanjutnya.

“Kita akan lihat dulu putusan lengkapnya, sebelum menentukan langkah selanjutnya,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandung Agus Khausal Alam.

Usai sidang, terdakwa langsung digiring menuju Rutan Kebonwaru Bandung dengan menggunakan mobil Baracuda. Persidangan juga dijaga ketat oleh beberapa polisi bersenjata lengkap.

Kejadian penganiayaan dan pembunuhan terhadap anggota Kopassus Pratu Galang itu terjadi pada Minggu 5 Juni 2016 pukul 02:40 WIB di Jalan Sudirman, Bandung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]

Bale Kota Bandung

Kota Bandung, Balebandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya meningkatkan nilai-nilai toleransi beragama sebagai bagian dari menyejahterakan warga. Hal itu sesuai dengan Misi 05 Bandung Utama yaitu membentuk karakter warga Kota Bandung yang agamis, moderat dan toleran. “Peningkatan sumber daya manusia yang produktif harus juga mampu meningkatkan daya saing spiritual sebagai bekal dalam percaturan dunia […]