Bale Jabar

Jabar Tindak Lanjuti LoI dengan Maroko

×

Jabar Tindak Lanjuti LoI dengan Maroko

Sebarkan artikel ini
Gubenur Jabar Ahmad Heryawan usai bertemu Dubes RI untuk Maroko Syarief Syamsuri di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (4/6). by Humas Pemprov Jabar
Gubenur Jabar Ahmad Heryawan usai bertemu Dubes RI untuk Maroko Syarief Syamsuri di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (4/6). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Menindaklanjuti Letter of Intent (LoI) antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Sousmasa di Maroko beberapa waktu lalu, Pemprov Jawa Barat kembali akan menguatkan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) pada November 2017. Peningkatan kerjasama akan dilakukan dalam bidang pertanian, pendidikan, perikanan, seni dan budaya, juga pariwisata.

“Kita sudah LoI, membangun kesepahaman kehendak waktu kami kunjungan ke Maroko dengan Gubernur Sousmasa. Kita akan memproses LoI ini sampai menjadi MoU kerjasama antara Pemprov Jabar dengan Pemerintah Provinsi Sousmasa,” ungkap Gubenur Jabar Ahmad Heryawan, usai bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Maroko Syarief Syamsuri di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (4/6/17).

“Bidang kerjasamanya sangat luas ya, di pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Nanti MoU sister province itu akan memayungi segala kerjasama yang ada, baik yang tertulis dalam kerjasama maupun yang tidak tertulis,” lanjutnya.

Ada berbagai jenis potensi yang bisa dikerjasamakan. Seperti di bidang perikanan, capacity building para nelayan juga transfer teknologi perikanan dari Maroko. Sementara dari pihak Jawa Barat sendiri potensi yang bisa dikembangkan yaitu kopi.

“November itu mudah-mudahan sudah bisa MoU. Sudah bisa diproses dengan DPRD dan diproses dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri RI),” tutur Aher.

Pada November 2017 akan digelar event promosi di dua kota besar Maroko, yaitu Marakesh dan Agadir (Ibukota Provinsi Sousmasa). Kedua kota ini terkenal sebagai kota pariwisata. Pemprov Jabar pun akan ikut serta memamerkan berbagai jenis produk unggulan dan potensi pariwisata.

“Wisata pantainya luar biasa di sana (Maroko). Benar-benar wisata pantai dan pantainya bersih, jalan di tepi pantainya sangat luas. Pokoknya perlu ditirulah bagaimana cara pengelolaan kawasan pantainya,” ungkap Aher.

Baca Juga  Aksi Demo Marak di Berbagai Daerah, Abuya Muhyiddin Curahkan Doa dan Air Mata untuk Ibu Pertiwi

Kedutaan Besar Indonesia di Rabat, Maroko, berkomitmen untuk memfasilitasi inisiasi kerjasama tersebut. Kerjasama ini tidak hanya dalam bidang ekonomi kedua provinsi namun juga antara pengsuaha Jawa Barat dengan Sousmasa atau people to people contact.

“Apa yang sudah diinisiasikan oleh Pak Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur Sousmasa sesuatu yang kita kembangkan dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan people to people contact. Sekarang tinggal mengisi dari apa yang sudah beliau tandatangani beberapa sektor yang penting,” kata Syarief Syamsuri usai bertemu Aher.

“Dan apa yang sudah diinisiasikan di tingkat formal kita angkat ke tingkat negaranya. Contohnya saya sudah bicarakan dengan Menteri Perikanan disana (Maroko) khusus untuk perikanannya,” tambah Syarief.

Menurutnya industri perikanan di Sousmasa sudah maju dan perlu dikembangkan di Jabar. Sementara dalam bidang pertanian kopi pun menjadi potensi yang patut dikembangkan Jabar di Maroko.

“Kalo pertanian, beliau (Aher) ingin menitikberatkan pada produksi kopi. Karena di sana (Maroko) kopi juga diperlukan. Hanya kopi di sana lebih kepada biji kopi dan Jawa Barat menghasilakn cukup banyak, juga kerjasama budidayanya,” pungkas Syarief.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Jawa Barat serta LAZ Graha Dhuafa Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan Festival dan Education Fair 1447 H, di Masjid Raya Al Jabbar selama dua hari, 7-8 Maret 2026. Kegiatan diawali dengan […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Direktur Utama BPJS Kesehatan, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) sukses menggelar kegiatan Individu Spesial Cinta Ramadhan (ISTARA) Nu K’2, di D’Botanica Mall Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026). Ratusan anak dari beberapa komunitas Individu Spesial (Indis) menyumbangkan hiburan dengan tampil di atas panggung menampilkan keterampilannya masing-masing. PlaAstro Band, kelompok musik yang personilnya anak-anak disabilitas tampil turut memeriahkan […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Lebih dari 100 orang disabilitas atau individu istimewa (indis) ngabuburit bersama dalam ajang Individu Spesial Cinta Ramadan (ISTARA) yang digelar Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) di d’Botanica Mall Bandung, Sabtu (7/3/2026) siang sampai malam. “Kegiatan sosial Individu Spesial Cinta Ramadan Nu Kadua (ISTARA Nu K’2) ini dalam rangka memeriahkan bulan suci yang […]

Bale Jabar

CIANJUR, balebandung.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Kamis (4/3/2026). Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi program Makanan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD berjalan optimal, sekaligus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan, tahun lalu Jawa Barat mencatat penurunan prevalensi stunting tertinggi secara nasional, yakni sebesar 5,8 persen. Capaian itu menurutnya harus terus ditingkatkan dengan target prevalensi stunting Jabar di bawah 10 persen, bahkan menuju zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru. “Capaian ini patut disyukuri, […]