Bale Jabar

Patung Ikon Purwakarta Dibakar Oknum Tak Bertanggungjawab

×

Patung Ikon Purwakarta Dibakar Oknum Tak Bertanggungjawab

Sebarkan artikel ini
Patung Arjuna Memanah di daerah Situ Wanayasa, Kab Purwakarta ditemukan hangus terbakar, Kamis (11/2). by Humas Purwakarta
Patung Arjuna Memanah di daerah Situ Wanayasa, Kab Purwakarta ditemukan hangus terbakar, Kamis (11/2). by Humas Purwakarta

PURWAKARTA – Sebuah patung tokoh pewayangan Arjuna Memanah yang sering digunakan sebagai simbol Pemerintah Kabupaten Purwakarta di daerah Situ Wanayasa, Kamis (11/2) tampak hangus terbakar. Patung yang terbuat dari bahan fiber tersebut, disinyalir telah dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sekitar pukul 04:00 WIB dini hari tadi.

Kini kasusnya masih didalami Polres Purwakarta karena pengrusakan fasilitas bisa dimasukkan sebagai tindakan pidana. Berdasarkan keterangan dari pihak Polres Purwakarta, pelaku disinyalir melakukan aksinya saat jalanan dalam kondisi sepi dari warga dan pengendara yang melintas di patung itu. “Kami masih mendalami kronologisnya,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu.

Peristiwa ini sungguh mengejutkan, karena Purwakarta yang saat ini terkenal dengan berbagai ornamen patung hias dan budaya di arsitektur kotanya justru baru saja mendapatkan apresiasi budaya dari berbagai pihak. Salah satunya penghargaan Anugerah Budaya dari Persatuan Wartawan Indonesia yang baru saja diberikan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada Selasa (9/2) lalu. Anugerah Budaya sebagai Kepala Daerah yang Pro Budaya ini diberikan langsung Presiden Joko Widodo kepada Dedi Mulyadi karena mampu melestarikan kebudayaan dengan keteladanan yang partisipatoris.

Patung-patung tokoh pewayangan yang merupakan representasi budaya dalam menghias Kota Purwakarta, memang selalu menjadi sasaran pengrusakan sekelompok orang. Pada September 2011 lalu, sekelompok massa merusak berbagai patung kultural dari tokoh pewayangan di Purwakarta. Patung Gatot Kaca di Parapatan Comro, patung Semar di Pertigaan Bunder, dan patung Bima di Jalan Baru jadi targetnya.

Gabungan massa yang mengaku berasal dari Ormas Islam dan Forum Ulama Purwakarta waktu itu menganggap bahwa pendirian patung tidak merepresentasikan keislaman dan menyamakannya sebagai tindakan musyrik. Mereka melakukan long march dengan membawa berbagai peralatan seperti tambang dan palu, para perusak bergerak setelah acara istighasah di Masjid Agung, Purwakarta.

Di Purwakarta sendiri, tak hanya patung-patung kultural pewayangan saja yang didirikan untuk menghias kota. Di simpang Jalan Sudirman berdiri patung Jendral Sudirman, di perempatan Jalan Veteran – Jalan Taman Pahlawan juga berdiri dua patung besar Soekarno dan Hatta sebagai penghias kota. Anehnya, patung-patung ini tidak pernah diusik keberadaannya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.com — Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran perdana berlangsung meriah dan lancar dengan tema Binokasih Mulang Salaka. Kabupaten Sumedang menjadi titik awal kegiatan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Jawa Barat. Kirab yang digelar Sabtu malam (2/5/2026) dimulai dari kawasan Gedung Negara dan Museum Geusan Ulun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan jarak tempuh […]