Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale JabarPatung Ikon Purwakarta Dibakar Oknum Tak Bertanggungjawab

Patung Ikon Purwakarta Dibakar Oknum Tak Bertanggungjawab

Patung Arjuna Memanah di daerah Situ Wanayasa, Kab Purwakarta ditemukan hangus terbakar, Kamis (11/2). by Humas Purwakarta

PURWAKARTA – Sebuah patung tokoh pewayangan Arjuna Memanah yang sering digunakan sebagai simbol Pemerintah Kabupaten Purwakarta di daerah Situ Wanayasa, Kamis (11/2) tampak hangus terbakar. Patung yang terbuat dari bahan fiber tersebut, disinyalir telah dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sekitar pukul 04:00 WIB dini hari tadi.

Kini kasusnya masih didalami Polres Purwakarta karena pengrusakan fasilitas bisa dimasukkan sebagai tindakan pidana. Berdasarkan keterangan dari pihak Polres Purwakarta, pelaku disinyalir melakukan aksinya saat jalanan dalam kondisi sepi dari warga dan pengendara yang melintas di patung itu. “Kami masih mendalami kronologisnya,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu.

Peristiwa ini sungguh mengejutkan, karena Purwakarta yang saat ini terkenal dengan berbagai ornamen patung hias dan budaya di arsitektur kotanya justru baru saja mendapatkan apresiasi budaya dari berbagai pihak. Salah satunya penghargaan Anugerah Budaya dari Persatuan Wartawan Indonesia yang baru saja diberikan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada Selasa (9/2) lalu. Anugerah Budaya sebagai Kepala Daerah yang Pro Budaya ini diberikan langsung Presiden Joko Widodo kepada Dedi Mulyadi karena mampu melestarikan kebudayaan dengan keteladanan yang partisipatoris.

Patung-patung tokoh pewayangan yang merupakan representasi budaya dalam menghias Kota Purwakarta, memang selalu menjadi sasaran pengrusakan sekelompok orang. Pada September 2011 lalu, sekelompok massa merusak berbagai patung kultural dari tokoh pewayangan di Purwakarta. Patung Gatot Kaca di Parapatan Comro, patung Semar di Pertigaan Bunder, dan patung Bima di Jalan Baru jadi targetnya.

Gabungan massa yang mengaku berasal dari Ormas Islam dan Forum Ulama Purwakarta waktu itu menganggap bahwa pendirian patung tidak merepresentasikan keislaman dan menyamakannya sebagai tindakan musyrik. Mereka melakukan long march dengan membawa berbagai peralatan seperti tambang dan palu, para perusak bergerak setelah acara istighasah di Masjid Agung, Purwakarta.

Di Purwakarta sendiri, tak hanya patung-patung kultural pewayangan saja yang didirikan untuk menghias kota. Di simpang Jalan Sudirman berdiri patung Jendral Sudirman, di perempatan Jalan Veteran – Jalan Taman Pahlawan juga berdiri dua patung besar Soekarno dan Hatta sebagai penghias kota. Anehnya, patung-patung ini tidak pernah diusik keberadaannya.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI