Bale Bandung

Bazar UMKM PON di Jalak Harupat Sepi Pengunjung

×

Bazar UMKM PON di Jalak Harupat Sepi Pengunjung

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
ilustrasi

KUTAWARINGIN – Para pedagang di gerai pameran PON XIX Jabar 2016 di pelataran komplek olahraga Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung mengeluhkan sepinya pengunjung. Sudah empat hari mengikuti pameran, mereka rerata pada minim transaksi. Padahal biaya operasional dan sewa gerai yang harus mereka keluarkan cukup besar.

Salah seorang pedagang mainan Riri (27) mengatakan, selama empat hari mengikuti pameran transaksi yang dilakukan di gerai mainan milik bosnya itu sangat kecil. Ini terjadi karena kurangnya pengunjung yang datang ke pameran tersebut. Tentu saja, hasil penjualan selama empat hari yang tak seberapa itu, kembali habis untuk biaya operasional sehari-hari Riri dan tiga orang rekannya. Padahal, kata dia, menurut kabar dari bosnya, untuk bisa berjualan di pameran tersebut, bosnya harus merogoh kocek sebesar Rp 8 juta.

“Cuma hari pertama saat pembukaan saja terlihat sedikit ramai pengunjung. Karena mungkin bertepatan dengan peresmian oleh Bapak Bupati Bandung. Hari-hari berikutnya yah sepi begini.. Ini juga enggak tahu mau ikut sampai selesai PON atau tidak,”kata Riri, Rabu (21/9/16).

Riri mengungkapkan selama empat hari ini, transaksi yang dilakukan di gerainya hanya beberapa penjualan barang-barang kecil seperti jam tangan dan mainan anak-anak dengan nilai yang tidak besar. Kondisi ini, jauh berbeda dengan tempat berjualan mereka sehari-hari di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Jakarta dan Karawang.

“Yah, kalau di mall tempat kami jualan sehari-hari, cukup lumayan. Paling tidak, enggak sepi-sepi amat karena banyak pengunjung dan pembeli. Saya enggak tahu penyebabnya apa pameran ini sepi, apa kurang promosi yah?”ujarnya.

Hal senada dikatakan Mulyono (40), seorang penjual dompet, tas, sabuk dan lainnya. Meski telah mengeluarkan biaya sewa gerai sebesar Rp 5 juta untuk dua pekan pelaksanaan pameran, namun sayangnya transaksi di gerainya itu bisa dikatakan sepi. Sehari rerata hanya dua hingga tiga kali transaksi. Hal ini tentu saja tidak seimbang dengan biaya yang telah ia keluarkan, baik untuk sewa gerai maupun biaya operasional sehari-hari.

“Bisa dibilang sepi yah. Ini saja sudah siang dari pagi cuma melayani satu orang pembeli. Yah, kalau begini mah boro-boro untung, malah rugi,”kata dia.

Pedagang lainnya, Asep (28) mengemukakan keluhan serupa. Penjual sarung tangan, jaket kulit dan rajutan itu mengaku baru bisa menjual dua lusin barang dagangannya. Padahal, biasanya, jika berjualan sehari-hari di tempatnya di Garut, dalam sepekan tak kurang dari enam karung yang terdiri dari ratusan lusin.

“Biasanya dalam sepekan, saya melayani pesanan dari Jakarta, Surabaya dan daerah lainnya itu lebih dari enam karung. Selama pameran di sini dari kemarin cuma baru terjual dua lusin saja,” kata Asep.

Menurutnya sepinya pengunjung yang datang ini kemungkinan karena pengunjung segan untuk datang. Karena tempat berjualannya itu di dalam tenda ber-AC yang terkesan formal atau kaku. Namun sayangnya, kondisi ini berbeda dengan pelataran tempat tersebut yang becek. Jadi bisa saja pengunjung yang datang ke komplek Stadion Si Jalak Harupat itu, enggan mampir ke gerai-gerai pameran di tempat itu.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]