Kamis, September 29, 2022
BerandaBale BandungBupati Bandung: Madrasah untuk Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah

Bupati Bandung: Madrasah untuk Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah

CIPARAY, Balebandung.com – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung dan Kepala MTs Negeri 1 Bandung, atas pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung MTs Negeri 1 Bandung, di Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis (18/8/2022)

Menurut Bupati Bandung, pembangunan sarana pendidikan yang merupakan program pengembangan atau perluasan sekolah tersebut bertujuan untuk pembentukan karakter dan anak-anak bangsa berakhlakul karimah.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung MTs Negeri 1 Bandung itu, selain dihadiri Bupati Bandung juga Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Abdurrahim, Kepala MTs Negeri 1 Bandung H. Yayat Sudrajat, jajaran Forkopimcam Ciparay dan unsur lainnya. Pembangunan gedung MTs Negeri 1 Bandung itu berasal dari dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) tahun 2022.

“Karena salah satu visi misi kita itu, bagaimana untuk sarana dan prasarana pendidikan secara adil dan merata. Baik itu sekolah negeri maupun swasta,” kata bupati kepada wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan gedung MTS Negeri 1 Bandung.

“Yang jelas kita masih mengalami kekurangan untuk sarana dan prasarana pendidikan,” imbuh Dadang Supriatna.

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan, di Kabupaten Bandung masih mengalami kekurangan 48 unit sekolah baru SMP, dan 22 unit sekolah baru SMA.

“Tentu ini dengan kolaborasi, insya Allah Madrasah Tsanawiyah merupakan salah satu sekolah yang khusus dalam rangka membentuk karakter dan membentuk anak-anak bangsa yang berakhlakul karimah dan ini sangat luar biasa,” ucapnya.

Kang DS, sapaan Bupati Bandung pun akan mensuport berbagai kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Agama. Ia mengatakan harapan lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada Desember lalu, yaitu 12,9 tahun.

 

“Itu artinya, sebenarnya masyarakat ingin kuliah, namun tak seimbang dengan sarana sekolah. Sebelumnya, rata-rata 8,8 tahun, artinya masih banyak yang belum tamat SMP,” jelasnya.

Kang DS mengungkapkan lulusan SD/MI di Kabupaten Bandung pada setiap tahunnya itu cukup banyak. Sehingga mereka harus difasilitasi dengan ketersediaan sarana dan prasarana SLTP, yang saat ini mengalami kekurangan 48 unit sekolah baru. Termasuk 22 unit sekolah baru SLTA, yang juga mengalami kekurangan dan belum merata di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung mengungkapkan pembangunan Madrasah Tsanawiyah itu harus diperbanyak, karena pondasi keimanan sangat penting. Untuk itu, pihaknya akan mendorong dalam pengembangan sekolah baru tersebut.

“Saat ini di Kabupaten Bandung tercatat 125 MTs negeri maupun swasta. Saya pun akan mendorong para guru yang belum mendapatkan honor dari Kemenag. Apalagi sebelumnya, saya sudah menggulirkan program pemberian uang insentif untuk guru ngaji maupun marbot. Program itu berkaitan dengan pembentukan anak-anak bangsa yang berkarakter dan berakhlak baik,” tuturnya.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam mengucapkan syukur alhamdulillah dalam pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru MTs Negeri 1 Bandung bisa berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

“Mudah-mudahan kedepannya tidak ada halangan yang menghambat untuk proses percepatan pembangunan MTs tersebut,” harap Ajam.

Perlu diketahui, imbuh Ajam, pembangunan ruang kelas baru dari pembiayaan atau anggaran SBSN itu harus tepat waktu dan tepat sasaran.

“Oleh karena itu, saya harapkan dengan pengawalan Pak Bupati Bandung, dan semua unsur pada kesempatan itu bisa mengawal dan membantu kami dalam proses percepatan pembangunan MTs Negeri 1 Bandung yang ada di Kabupaten Bandung ini,” katanya. ***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI