Bale Kota BandungPeristiwa

DBMP Kota Bandung Bantah Banjir Akibat Adanya Perbaikan Drainase

Sekretaris DBMP Kota Bandung Agoes. S Sjafroedin didampingi Kabid Perencanaan Program DBMP Kota Bandung Lisa Suryasari dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (23/8). by Humas Pemkot Bandung
Sekretaris DBMP Kota Bandung Agoes. S Sjafroedin didampingi Kabid Perencanaan Program DBMP Kota Bandung Lisa Suryasari dalam kegiatan Bandung Menjawab di Bale Kota Bandung, Selasa (23/8). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Sekretaris Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) Kota Bandung Agoes S Sjafroedin mengatakan, bencana banjir Kota Bandung dengan luapan air terparah, terjadi dua titik yakni di Jalan Djundjunan dan Pagarsih dengan ketinggian antara 50 cm hingga 60 cm.

“Banjir disebabkan hujan deras mulai sekitar pukul 12.30 WIB. Saluran air drainase di kawasan itu tidak bisa menampung air hingga akhirnya meluap,” terang Agoes kepada wartawan di Kantor DBMP Kota Bandung, Senin (24/10/16) sore.

Menurutnya hujan deras yang mengguyur Kota Bandung lebih dari satu jam menyebabkan beberapa drainase yang ada di empat titik seperti di kawasan Jalan Djundjunan (Pasteur), Sukagalih (Sukajadi), Pagarsih, dan Setiabudi, meluap karena tidak mampu menampung tingginya intensitas air.

Berdasarkan hasil peninjauan timnya, imbuh Ageos, selain karena tingginya curah hujan dan penyumbatan drainase, banjir yang terjadi juga diakibatkan pendangkalan atau sedimentasi sungai.

“Seperti banjir di Jalan Djundjunan itu akibat sedimentasi Sungai Cianting dan di Pagarsih akibat sedimentasi Sungai Citepus. Sedimentasi kedua sungai ini sudah cukup tinggi. Kami sudah kirim Unit Reaksi Cepat (URC) untuks segera mengatasi banjir ini dengan melakukan penyedotan menggunakan floating pump (pompa banjir) dan jangka menengahnya nanti untuk kedua sungai kami akan lakukan pengerukan,” ungkap Agoes.

Sementara dua titik lainnya, tambah dia, karena faktor drainase yang tersumbat material banjir seperti di kawasan Jalan Setiabudi. Meski bencana banjir yang terjadi di empat titik ruas jalan di wilayahnya terjadi dalam hitungan jam, namun sebagai langkah antisipasi DBMP telah menerjunkan tim khusus.

“Tim URC stanby di lokasi untuk bersiaga agar tidak terjadi banjir susulan jika hujan deras lagi. Mereka dibekali unit pompa penyedot banjir sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka panjang, kata dia, pemerintah terus mengebut upaya pembangunan tol air dan beberapa program lain yang kini terus dipercepat. “Juga di perubahan APBD 2016, kita usulkan untuk membeli floating pump berkapasitas besar,” imbuhnya.

Agoes membantah bila bencana banjir yang terjadi ini akibat perbaikan trotoar dan galian perbaikan got/gorong-gorong atau drainase yang menggangu aliran air.

“Bukan karena perbaikan trotoar atau karena perbaikan got, tapi memang intensitas hujan yang tinggi dan kondisi drainase yang tersumbat. Jadi tidak ada hubungannya dengan perbaikan trotoar yang kini sedang dikerjakan DBMP,” tegasnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close