Bale Bandung

DPRD Kab Bandung Ingatkan Bupati Soal Efisiensi Anggaran

×

DPRD Kab Bandung Ingatkan Bupati Soal Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Rapat Paripurna LKPJ Bupati Bandung Akhir Tahun Anggaran 2017 kepada DPRD Kabupaten Bandung, di Gedung Paripurna DPRD Kab Bandung, Soreang, Kamis (29/3/18).

SOREANG – Sejumlah Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, mengingatkan Bupati Bandung agar melakulan efisiensi anggaran, terutama terhadap belanja tidak langsung.

Hal itu disampaikan sejumlah fraksi dalam pandangan umum Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bandung tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Bandung akhir tahun anggaran 2017 dan tiga rancangan peraturan daerah masa sidang kedua catur wulan I, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (29/3/18).

“APBD kita tahun 2017 besarnya masih belanja tidak langsung ketimbang belanja langsung. Artinya, ke depan kita harus mendorong pada efisiensi dan produktivitas pembangunan dengan menekan belanja tidak langsung dialihkan pada belanja langsung untuk mendorong ekonomi masyarakat,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat, H. Endang SH., MH., dalam pandangan umumnya.

Hal sama disampaikan Fraksi PDI Perjuangan, yang menilai belanja tidak langsung yang dianggarkan Rp2, 856 triliun terealisasi Rp2,545 triliun atau 89,10%, perlu ada efisiensi dan data yang akurat terkait belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, dan belanja langsung dengan anggaran Rp2,657 triliun terealisasi Rp2,366 triliun atau 89,08%.

“Belanja pegawai Rp118,33 miliar ini perlu ada efisiensi 30%, berkaitan perjalanan dinas, baik domestik maupun ke luar negeri,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Asep Supriyatna dalam pandangan umumnya.

F-PDI Perjuangan juga menyoroti soal aset milik Pemkab Bandung karena banyak yang tidak tersertifikasi dan tidak tercatat secara baik. Khususnya aset-aset yang berada di luar wilayah Kabupaten Bandung.

“Contohnya aset yang ada di Kota Bandung berupa tanah di Balonggede, sampai sekarang tidak jelas peruntukannya dan tidak produktif,” paparnya.

Sedangkan F PKB dan fraksi lain, seperti Golkar, PKS, Gerindra, lebih menyoroti soal tiga raperda. Seperti disampaikan FPKB, soal pelayanan publik berupa perizinan agar dapat diproses secara efektif, efisien, cepat dan murah, serta tidak melanggar hukum.

Dalam LKPJ Bupati Bandung 2017 pada Sidang Paripurna DPRD yang berlangsung tiga kali sidang itu, Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengatakan pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintah dapat dilihat dari pencapaian indikator makro hasil pembangunan serta pencapaian pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bandung.

Menurut bupati hal itu merupakan gambaran keberhasilan pembangunan manusia atau kualitas sumber daya manusia, baik fisik maupun nonfisik. Fisik berupa kesehatan, kesejahteraan yang tercemin dari capaian angka harapan hidup serta kemampuan daya beli. Nonfisik berupa intelektualitas yang tercermin dari capaian rata-rata lama sekolah serta tingkat pendidikan yang ditamatkan.

“Pencapaian indikator makro pembangunan ini hasil kerja seluruh bidang pembangunan sebagai wujud siinergitas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, masyarakat, dan dunia usaha,” kata Dadang M. Naser. [pariwara]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong pemberdayaan masyarakat kembali mendapatkan predikat Platinum melalui program Sinergi Jejak Baik untuk Negeri (SIJEBI), serta predikat Gold melalui program SARtiKa BERDAYA (Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya) dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026 di Binakarna Hall, Bidakara Jakarta, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 100 peserta dari ASN, pegawai BUMD, serta aparatur pemerintahan desa, di Grand Sunshine […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. BPD dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal pemerintahan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, saat mengukuhkan 435 anggota BPD dari 55 desa yang […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com –  Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat komitmen percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang, mengarahkan pembangunan, sekaligus mendukung kemudahan berusaha dan investasi di daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region I Tahun 2026 oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam Rapat Koordinasi […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memberikan kesaksian dalam persidangan perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadillan Negeri Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Kehadiran bupati yang akrab disapa KDS ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan bentuk pemenuhan kewajibannya untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan kapasitasnya. Dalam konteks kepemilikan Pemerintah Kabupaten […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung yang menargetkan 4.718 unit pada 2026 dinilai perlu diperkuat dari sisi kualitas agar bantuan benar-benar menghasilkan hunian layak bagi masyarakat penerima manfaat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mengatakan, program Rutilahu tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang diperbaiki. Menurut dia, pemerintah […]