Bale Jabar

Gubernur Minta 7 Kokab di Jabar Tingkatkan LPPD

×

Gubernur Minta 7 Kokab di Jabar Tingkatkan LPPD

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat menerima Tim EKPPD Kemendagri di Aula Barat Gedung Sate, Senin (26/9). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat menerima Tim EKPPD Kemendagri di Aula Barat Gedung Sate, Senin (26/9). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta kepada tujuh Pemda di Jabar yaitu Kota Bandung, Bekasi, Tasikmalaya dan Kota Sukabumi, kemudian Kabupaten Sumedang, Indramayu dan Kabupaten Purwakarta, agar meningkatan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2016 yang akan dievaluasi oleh Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Kementerian Dalam Negeri mulai 26 September ini hingga seminggu ke depan.

Namun demikian ketujuh Kokab ini masih ada dalam posisi peringkat tinggi yaitu di angka penilaian 2.800. Tapi gubernur menginginkan agar dapat menembus angka 3.000, sehingga masuk peringkat sangat tinggi. Dengan begitu Provinsi Jabar akan tetap berada di tiga besar bahkan meningkat ke posisi kedua menggeser Provinsi Jawa Tengah dalam penilaian LPPD tahun ini. Karena dalam penilaian LPPD laporan LPPD Provinsi tergantung dari kabupaten dan kota dibawahnya. Bila kabupaten dan kotanya mengalami kemajuan, maka secara otomatis akan meningkatkan kemajuan di provinsi.

“LPPD ini adalah pemeriksaan keseluruhan tidak hanya di provinsi, tapi juga kabupaten kotanya. Jadi Jabar tidak akan pernah mendapatkan terbaik tanpa disokong oleh terbaiknya kabupaten kota,” kata Aher saat menerima Tim EKPPD Kemendagri di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Senin (26/9/16).

“Tapi ketujuh kokab ini tidak parah. Posisinya masih tinggi di angka 2.800, tapi saya ingin di angka 3.000 yaitu sangat tinggi, agar Jabar tetap di tiga besar, target kita menggeser Jateng di posisi dua,” lanjut Aher.

LPPD merupakan laporan kinerja pemerintah daerah yang sangat lengkap yang merupakan gabungan antara laporan LKIP dan LKPD. Untuk tahun ini indikator penilainnya saja mencapai 700 poin. Hal ini menuntut keseriusan pemda dalam membuat laporan pertanggungjawaban rupiah demi rupiah anggaran yang telah dikeluarkan.

“Anggaran yang telah kita gunakan harus jelas peruntukannya, jelas fungsinya, jelas manfaatnya bagi masyarakat kita dan secara keuangan bisa dipertanggungjawabkan sehingga LKIP, LKPD dan LPPD-nya akan tinggi,” terang Aher.

Saat ini 19 kokab di Jabar yang sudah di angka tinggi penilaian LPPDnya yaitu, Kota Depok, Cimahi, Banjar Bogor dan Kota Cirebon, serta Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Subang, Garut, Cianjur, Bandung, Bogor, Bekasi, Cirebon, Majalengka, Sukabumi, Kuningan, Tasikmalaya dan Kabupaten Karawang. Untuk Kabupaten Pangandaran belum masuk dalam penilaian karena masih daerah otonom baru.

“Insya Allah yang tujuh bisa sangat tinggi karena itu kita harus berlomba-lomba sekuat tenaga. Bila seluruhnya sudah sangat tinggi, maka Jabar aman, “ucapnya. Saat ini posisi pertama untuk laporan LPPD masih dipegang oleh Provinsi Jawa Timur, disusul Jawa Tengah kemudian Jawa Barat.

Ketua Tim Direktorat EKPPD Kemendagri, Gunawan MA mengatakan, bersama 10 anggota timnya akan melakukan evaluasi dan validasi terhadap capaian kinerja Pemrov Jabar dan seluruh kokabnya di Gedung Sate selama seminggu. “LPPD ini untuk memperoleh kepastian data capaian kinerja seluruh pemda agar valid dan akurat sehingga dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Tujuannya sendiri, jelas Gunawan, untuk mengukur kinerja penyelenggaraan pemprov dan kokabnya setiap tahunnya. “Juga menetapkan peringkat dan penentuan status kinerja penyelenggaraan pemerintahan provinsi dan kokab secara nasional,” imbuhnya. Penetapan peringkat dan penentuan status pemerintah daerah akan dilaksanakan akhir Desember mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]