Bale Kab BandungPeristiwa

H-1 Lebaran, Kendaraan Melintas Jalur Nagreg Capai Lebih 537 Ribu

NAGREG – Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengungkapkan hingga H-1 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah atau lebaran, jumlah kendaraan roda dua dan empat yang melintas jalur Selatan Nagreg dari barat ke timur tercatat mencapai 537 ribu lebih kendaraaan. Sementara itu, dari timur ke barat mencapai 200 ribu lebih kendaraan.

Humas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan hingga H-1 lebaran jumlah kendaraan yang melintas jalur selatan Nagreg dari dari barat ke timur mencapai 537 ribu unit kendaraan. Puncak arus mudik menurutnya pada H-2 mencapai 142 ribu kendaraan yang melintas.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-2 kemarin. Sekarang relatif ramai lancar dan diperkirakan hingga sore. Malam kemungkinan akan padat yang ke arah Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya,” kata Erik di Pos Induk Dishub Kab Bandung, Nagreg, Kamis (14/6/18).

Ia menuturkan, jumlah kendaraan yang melintas Nagreg pada H-7 sebanyak 35 ribu lebih kendaraan. Sementara pada H-6 mencapai 57 ribu lebih kendaraan, H-5 70 ribu kendaran, H-4 sebanyak 80 ribu kendaraan dan H-3 sebanyak 100 ribu lebih dan H-2 sebanyak 142 ribu lebih dan H-1 hingga pukul 10.00 WIB sebanyak 47 ribu kendaraan.

Hingga kini jumlah kendaraan pemudik yang melintas di Jalur Nagreg terjadi penurunan, namun tidak terlalu signifikan. Sebab, pemudik yang melintasi Jalur Nagreg sudah terbiasa melintas jalur tersebut. Selain itu, sebaran pemudik merata di tiap harinya karena faktor cuti bersama yang panjang.

Ia menuturkan, puncak arus mudik terjadi pada H-2 kemarin mencapai 142 ribu kendaraan yang melintas Nagreg. Namun menurutnya jumlah tersebut tidak melebihi puncak arus mudik pada tahun 2017 mencapai 158 ribu pemudik.

“Volume kendaraan ada penurunan dari 2017. Kondisi tetap terjadi kepadatan bahkan terjadi stuck kendaraan pada H-3. Faktornya bottle neck di Jalur Nagreg menuju Cikaledong menjadi satu lajur termasuk ke Limbangan. Tiap tahun belum bisa terurai,” terang Erik.

Saat itu, kata Erik, aparat melakukan buka tutup arus dan one way. Kondisi tersebut berdampak pada mengularnya kepadatan kendaraan sampai Cicalengka. Berbeda tahun ini, Erik bilang ekor pengularan tidak terlalu jauh dan paling jauh sampai Lingkar Cicalengka dan tidak sampai ke Cileunyi.

“Di Tol Cileunyi tahun lalu kemacetan panjang 5 kilometer dan direncanakan rekayasanya jika sekarang terjadi, dikeluarkan di Km 148 dan diarahkan ke Sapan. Tapi alhamdulillah, itu tidak terjadi,” kata dia.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close