Bale Kab BandungPeristiwa

Hoax Video Macan di Kamojang Resahkan Warga

Penampakan macan tutul yang direkam di lokasi pipa geothermal PT Star Energy Gunung Salak Sukabumi.

IBUN – Warga Kabupaten Bandung dibuat resah dengan viralnya video yang menunjukkan turunnya seekor macan tutul dan seekor macan kumbang, di kawasan Kamojang Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung beberapa hari belakangan ini.

Penampakan macan tutul di video itu tersebut dikabarkan menjadi tanda gunung di Kamojang bakal meletus. Ternyata, video yang sempat beredar viral di media sosial seperti whatsapp itu adalah video bohong alias hoax.

“Informasi dari petugas security Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, lokasi tersebut bukan di Kamojang, tapi kemungkinan di Gunung Salak. Di video juga terlihat tidak ada jalan seperti itu di Kamojang,” tandas Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi, Jumat (20/4/18).

Asep menjelaskan dilihat dari pipa yang berada di video dengan pipa PGE Kamojang berbeda. “Pipa yang kecil, untuk di Kamojang dicat hijau, sementara di video itu tidak ada catnya,” ungkapnya.

Staf Quick Response BKSDA Seksi V Garut, Purwanto pun menegaskan video tersebut adalah hoax. Karena video macan tutul itu sebetulnya merupakan video yang pernah di-upload pada tahun 2011 dan 2012 silam.

Selain itu, lokasinya sebetulnya bukan di Kamojang Kabupaten Garut, melainkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang masuk Kabupaten Sukabumi, Bogor, Cianjur, dan Banten.

“Videonya sama dengan yang pernah di-upload beberapa tahun yang lalu, lokasinya di Gunung Salak. Video itu sudah pernah di-upload di youtube,” ungkap Purwanto..

Purwanto menyebutkan, di wilayah Gunung Salak memang terdapat pipa-pipa geothermal yang juga mirip dengan lokasi di Kamojang yang terdapat pipa milik PT PGE dan PT Star Energy (dulu PT Chevron Geothermal Indonesia). “Video itu pernah di-upload pada tanggal 5 Februari 2011. Mirip yang diviralkan saat ini,” ujarnya.

Purwanto menyebutkan, karakateristik macan tutul di taman nasional Gunung Halimun Salak, memang kerap turun gunung. “Macan tutul di sana kerap menghangatkan tubuh mereka di pipa-pipa geothermal,” jelasnya.

Jadi, lanjut Purwanto, aktivitas turunnya macan tutul di Gunung Salak itu bukan disebabkan adanya aktivitas gunung berapi, melainkan memang sudah terbiasa seperti itu. “Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut diimbau tidak khawatir dengan viralnya kabar hoax tersebut,” pungkas Purwanto.

Asep mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tidak waswas “Khususnya bagi warga yang akan melewati daerah Kamojang tidak perlu waswas karena itu bukan di area Kamojang,” pesan Asep.

Sebelumnya beredar di medsos, video kemunculan macan itu berdurasi 1 menit 18 detik. Macan kumbang itu berada di atas pipa panas bumi, yang diduga di kawasan PLTP Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. “Info dari temen. Hati2 yang mau riding ke Kamojang dari Arah Garut. Macan Kumbang, Macan tutul pada turun Gunung sudah dua hari ini,” tulis broadcast yang melengkapi video tersebut.[]

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close