Bale Kab BandungGaya HidupKesehatan

Jokowi Ingatkan Sarapan Sebelum Anak Berangkat Sekolah

 Presiden Jokowi berdialog dengan ibu hamil saat mengunjungi Desa Cangkuang Wetan, Kec Dayeuhkolot. Kab Bandung dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau makanan tambahan sehat berupa biskuit untuk anak dan ibu hamil, Sabtu (17/9). by Tatang Humas Pemprov Jabar.

Presiden Jokowi berdialog dengan ibu hamil saat mengunjungi Desa Cangkuang Wetan, Kec Dayeuhkolot. Kab Bandung dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau makanan tambahan sehat berupa biskuit untuk anak dan ibu hamil, Sabtu (17/9). by Tatang Humas Pemprov Jabar.

DAYEUHKOLOT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta Ketua TP PKK Jabar Netty Heryawan mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo, serta sejumlah Menteri Kabinet Kerja, mengunjungi Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot.

Pada kunjungannya itu, Presiden Jokowi melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau makanan tambahan sehat berupa biskuit untuk anak dan ibu hamil.

“Ibu hamil tolong diingat, pada umur satu sampai tiga bulan (kandungan) makannya (biskuit) dua keping per hari. Untuk usia empat sampai sembilan bulan, makannya tiga keping per hari, ingat yah!,” kata Jokowi. “Harus dijaga, selain itu harus diberi makanan sumber protein yang lain seperti telur, tahu, tempe, daging,” imbuh presiden.

Untuk balita berusia 6 s/d 11 bulan, kata Jokowi, disarankan mengonsumsi biskuit sehat sebanyak delapan keping per hari. “Kalau yang usianya 1 sampai 5 tahun, makannya 12 keping per hari,” sebutnya.

Di samping makanan tambahan, Jokowi pun mengingatkan orangtua dan anak, agar tak lupa sarapan sebelum mengawali aktivitas harian. “Jangan lupa, pagi-pagi anak-anak harus sarapan sebelum berangkat sekolah,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek pun mengungkapkan program kegiatan PMT ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah dalam membantu, memperhatikan kecukupan gizi masyarakat, khususnya Ibu-ibu hamil, dan anak-anak.

Menkes juga menyatakan angka anak yang mengalami kekurangan gizi di Jawa Barat terbilang rendah. Meski begitu asupan gizi tambahan tetap harus diberikan.

Jawa Barat sendiri, ungkap Nila, masih adanya stunting atau tinggi badan di bawah rata-rata, yang terjadi berkat kekurangan gizi kronis. Ada sebanyak 27%, yang idealnya ada di angka 20%- an, dan terdapat pula 7,5% anak kurus yang menjurus mengalami gizi buruk.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close