Bale Jabar

Kanjuruhan yang Malang

×

Kanjuruhan yang Malang

Sebarkan artikel ini

Stadion Kanjuruhan adalah sebuah stadion sepak bola di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nama stadion ini berasal dari Kerajaan Kanjuruhan, kerajaan bercorak Hindu yang berdiri pada abad ke-6 di wilayah Malang sekarang.

Tidak semua orang mengenal atau pernah mengunjunginya, termasuk saya. Mungkin bagi mereka pecinta sepak bola terutama masyarakat Malang tidak asing. Tetapi nama stadion ini pun dikenal bukan saja oleh seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia, pasca kekerasan meletus pada pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Tercatat total korban sebanyak 448 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi 323 korban luka-luka dan 125 total yang meninggal dan ini termasuk tragedi sepak bola terbesar kedua di dunia sejak 1964.

Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ada aturan tentang hukuman atas kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal. Delik itu terdapat dalam Pasal 359 KUHP, yang berbunyi: “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Maka berdasarkan pasal ini, pertanyaannya siapa yang telah lalai menyebabkan ratusan orang mati dalam tragedi yang memilukan itu?

Apakah Polisi ? Karena polisi telah menggunakan gas air mata dalam mengendalikan suporter. Sementara alasan polisi menembakan gas Air mata karena suporter mulai menyerang petugas dan merusak mobil, seperti yang disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen (Pol) Nico Afinta.

Apakah penyelenggara dalam hal ini panitia ? Karena panitia yang mengejar keuntungan semaksimal mungkin dari penjualan tiket masuk, sehingga akhirnya jam tayang tidak berubah. Sementara kapasitas stadion yang mampu menampung 42.499 orang dimaksimalkan di angka 42.000 tiket, tidak mengikuti saran Kepolisian yang menyarankan untuk menurunkan ke angka 25.000 tiket saja.

Apakah penonton yang selamat? Karena mereka pasti untuk selamat harus mendorong, menginjak orang lain hingga meninggal. Terlepas mereka melakukannya untuk menyelamatkan diri.

Apakah pemain Arema atau Persebaya ? Karena kalau saja Persebaya mengalah atau Arema menang, mungkin tidak akan terjadi kerusuhan. Tentu menyalahkan penonton yang selamat dan pada para pemain sangatlah konyol alias tidak mungkin.

Oleh karena banyaknya nyawa melayang, pemerintah pun membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tentu ini harus dilakukan agar jelas siapa yang harus bertanggung jawab, sebab ini tidak cukup sekedar konfrensi pers dengan ucapan bela sungkawa apalagi salah diksi “hadirin yang berbahagia,” yang banyak menuai kritik masyarakat.

Akhir kata, kita berharap tidak ingin ada Kanjuruhan yang malang di masa yang akan datang. Kepada Allah kita memohon semoga mereka yang meninggal diampuni segala dosanya dan bagi mereka yang masih terbaring sakit, luka segera sembuh dengan kesembuhan yang sempurna.***

by Idat Mustari, Ketua Bidang Hukum Koni Kabupaten Bandung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]