Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBale Kota BandungLittle Bandung Bukan Sekadar Proteksi Produk UKM

Little Bandung Bukan Sekadar Proteksi Produk UKM

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua Dekranasda Kota Bandung Atalia Kamil TURUT melepas 400 burung merpati saat pembukaan Crafashtival di Cikapundung River Spot, Sabtu (13/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua Dekranasda Kota Bandung Atalia Kamil TURUT melepas 400 burung merpati saat pembukaan Crafashtival di Cikapundung River Spot, Sabtu (13/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Kota Bandung kembali mengelar Crafashtival yang ketiga kalinya. Kali ini, acara dilangsungkan di Cikapundung River Spot, Jalan Ir. Sukarno Kota Bandung, Sabtu (13/5/17). Acara tersebut akan berlangsung selama dua hari hingga 14 Mei 2017.

Diawali dengan fashion show yang menampilkan berbagai kreasi busana oleh para perancang Kota Bandung, Crafashtival 2017 dibuka Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua Dekranasda Kota Bandung Atalia Kamil. Pembukaan ditandai dengan melepas 400 burung merpati ke udara.

Sebanyak 72 stand kerajinan dan busana asli Bandung meramaikan acara. Tak lupa, stand-stand kuliner jajanan khas Bandung juga ramai dikunjungi pembeli.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Priana Wirasaputa mengatakan, tujuan Crafashtival ini untuk mewadahi kreativitas warga Bandung dalam berkarya. Acara ini juga jadi media untuk memperkenalkan produk-produk UMKM warga Bandung yang berkualitas. “Dan yang paling penting adalah kita ingin menumbuhkan kebanggaan warga terhadap produk lokal,” tandas Priana.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menambahkan, selain meningkatkan rasa bangga akan produk Bandung, pemerintah kota juga ingin membawa produk UMKM Bandung ke pasar global.

“Kita ini satu-satunya yang punya toko UMKM di luar negeri. Dua toko sudah buka di Malaysia. Dalam persiapan, kita juga akan buka di Korea Selatan dan negara-negara lain,” ungkap walikota.

Menurutnya, penting bagi Kota Bandung untuk bisa bersaing di pasar global. Apalagi dengan adanya pasar bebas ASEAN, ia ingin menunjukkan Kota Bandung siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Pertahanan terbaik adalah menyerang. Kita bukan sekadar memproteksi produk kita agar bertahan, tapi kita juga harus ekspansi ke luar negeri. Itulah filosofi Little Bandung,” imbuhnya.

Pada Crafashtival kali ini, Kota Bandung turut melibatkan organisasi internasional JCI (Joint Commission International) Indonesia yang menyuarakan kampanye “Peace is Possible”. Kampanye tersebut bertujuan untuk menyerukan perdamaian ke seluruh dunia, bagian dari kampanye global dari PBB.

Kampanye internasional tersebut turut diikuti Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang sedang melaksanakan Musyawarah Agung Keraton di Bandung.***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI