Bale Jabar

Malari dan Hariman Siregar Bawa Pesan Moral yang Tetap Relevan

×

Malari dan Hariman Siregar Bawa Pesan Moral yang Tetap Relevan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, balebandung.com – Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari 1974) bukan sekadar catatan kerusuhan yang tak bisa lepas dari sosok Hariman Siregar. Di balik itu ada pesan moral kuat yang masih relevan untuk saat ini.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menanggapi peringatan Malari yang digelar hari ini di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Malari dan Hariman memang simbol perlawanan nurani mahasiswa terhadap ketimpangan, dominasi modal asing, dan kekuasaan yang mulai menjauh dari cita-cita keadilan sosial,” kata Toto.

Menurutnya, Malari lahir dari akumulasi kegelisahan rakyat yang tidak tersalurkan secara sehat dalam sistem politik yang tertutup. Saat itu, mahasiswa membaca tanda-tanda zaman dengan tajam.

Salah satunya, Toto mencontohkan, ketergantungan ekonomi pada modal asing, praktik korupsi di lingkar kekuasaan, serta menguatnya oligarki ekonomi-politik, menjadi bahan bakar kemarahan publik. Malari pun meledak—dan negara meresponsnya dengan represi, pembungkaman, serta stigma terhadap mahasiswa.

Namun, kata Toto, sejarah tidak pernah sesederhana hitam-putih. Di balik kekacauan Malari, tersimpan pesan moral kuat yang sangat relevan hingga hari ini. Yakni, saat ruang kritik ditutup, ketika aspirasi rakyat diabaikan, dan ketika kekuasaan terlalu mesra dengan modal tanpa kontrol etika, maka gejolak sosial menjadi keniscayaan.

Dalam kontek itu, lanjut Toto, harus jujur diakui ada sosok yang melekat dengan peristiwa itu karena keberaniannya dan kemampuannya membaca tanda-tanda zaman tadi yang mulai mengarah kepada ketidakadilan dan penyimpangan. Dia adalah Hariman Siregar, tokoh mahasiswa dari UI.

Toto berpendapat, Hariman bukan hanya simbol perlawanan mahasiswa 1970-an, tetapi juga contoh konsistensi aktivisme demokrasi lintas zaman. Hariman tidak berhenti pada romantisme masa lalu. Ia tetap bersuara, mengkritik, dan menjaga jarak kritis terhadap kekuasaan sampai hari ini, siapapun yang berkuasa.

Di tengah era reformasi yang sering kali terjebak pada demokrasi prosedural, menurut Toto, kehadiran tokoh seperti Hariman Siregar mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi juga keberanian moral untuk berbeda pendapat, konsistensi menjaga kepentingan publik, serta kesetiaan pada nilai keadilan dan kedaulatan rakyat.

“Malari semakin relevan dan terasa hari ini, karena kita hidup di era di mana investasi asing kembali dielu-elukan, pertumbuhan ekonomi sering dijadikan mantra sakti, namun kesenjangan sosial masih menganga. Kritik terhadap kebijakan ekonomi sering dianggap sebagai pengganggu stabilitas,” ungkapnya.

Ditanya tentang keteladanan apa yang bisa diambil dari sosok Hariman, Toto menyebutkan, salah satunya tentang kesetiaannya dalam menjaga jarak dengan kekuasaan.

“Bang Hariman itu simbol moral sebagai aktivis dua zaman, sejak orde baru sampai reformasi, yang tak bisa dibeli, tidak bisa dijinakan, dan tidak pernah tergoda kekuasaan. Tapi, spirit perjuangannya terus hidup dan menghidupi aktivis lainnya sampai sekarang,” tegasnya.

Hariman, dalam pandangan Toto, tidak pernah menjadikan aktivisme sebagai tangga kekuasaan, sebagaimana umumnya terjadi pada aktivis lainnya. Ia tidak memonetisasi reputasi sejarahnya, tidak menjual narasi perjuanganya untuk jabatan, dan tidak menukar kritik dengan fasilitas.

“Intinya, Bang Hariman itu masuk kategori aktivis langka yang tak pernah ada matinya. Kenapa, karena dia tak pernah menggantungkan hidupnya kepada kekuasaan atau penguasa. Karena itu, layak jika kita sebut dia sebagai Bapaknya para aktivis,” tandasnya.

Terkait dengan peringatan Malari yang aktif dilakukan setiap tahun oleh para aktivis, Toto berpendapat, pasti bukan untuk merawat dendam sejarah, melainkan untuk menjaga kewarasan kolektif bangsa. Ini penting agar kekuasaan tidak lupa diri, agar modal tidak menjadi tuan, dan agar demokrasi tetap memiliki roh untuk selalu berani mengoreksi, menegur, dan melawan ketika keadilan dikhianati.***

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANGUNAN, balebandung.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, termasuk penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati World Autism Awareness Day 2026, Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Individu Spesial dalam Kata dan Raga: Menapaki Kesetaraan dan Kemandirian”. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Jumat 10 April 2026 di Galeri PlaAstro, kawasan Kurdi, Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung. Acara tersebut terdiri atas Bedah Karya Sastra […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mempertegas komitmennya mendukung kedaulatan energi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Hal ini mengemuka dalam pertemuan audiensi antara Dewan Pengurus Apkasi dengan manajemen PT PLN (Persero) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (6/4/2026). ?? Langkah kolaboratif ini merupakan respons konkret atas visi Presiden Prabowo Subianto […]

Bale Jabar

JATINANGOR, balebandung.com – Komisi II DPR RI tegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan dan kemajuan IPDN dalam segala aspek. Hal ini disampaikan Ketua Tim/Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H.M. Rifqinizamy Karsayuda., S.H., M.H beserta rombongan saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang, Rabu (11/3/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Jawa Barat serta LAZ Graha Dhuafa Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan Festival dan Education Fair 1447 H, di Masjid Raya Al Jabbar selama dua hari, 7-8 Maret 2026. Kegiatan diawali dengan […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Direktur Utama BPJS Kesehatan, […]