Bale Kota BandungPeristiwa

Menclok Seenaknya di Trotoar Dago, Ridwan Kamil Tegur Supir Angkot

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memergoki dan menegur sopir angkot yang parkir di trotoar perempatan Jalan Merdeka - RE Martadinata, Jumat (16/9). by iwa/bbcom
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memergoki dan menegur sopir angkot yang parkir di trotoar perempatan Jalan Merdeka – RE Martadinata, Jumat (16/9). by iwa/bbcom

BANDUNG – Ini bukan pencitraan, tapi memang kerap spontanitas. Sudah beberapa kali Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memergoki dan menegur warga yang memperlakukan trotoar sewenang-wenang. Kali ini yang kena tegor supir angkot.

Di tengah perjalanannya dengan bersepeda, usai bersolat Jumat, pas di persimpangan Jalan Merdeka, Ridwan Kamil tetiba menghentikan laju sepedanya. Seketika Kang Emil esmosi melihat ada angkot yang menclok seenaknya di atas trotoar di perempatan Jalan Merdeka – RE Martadinata. Karuan saja sang walikota nyari-nyari siapa supirnya. Nah, ketemu, ini dia sopirnya.

Tanpa banyak basa-basi ramah temeh Kang Emil pun langsung menegor si sopir yang…memang nggak tahu, kali. Sopir angkot Jurusan Kebon Kalapa-Dago via BIP berplat nomor D 1946 AY itu pun tak bisa berbuat banyak saat kepergok dan ditegor langsung sama orang nomer satu di Kota Bandung itu.

“Kenapa parkir di sini? Trotoar itu buat orang jalan kaki, bukan buat parkir angkot. Mun rek parkir siga kitu mah tong di Kota Bandung (Kalau mau parkir di trotoar mah jangan di Kota Bandung),” tandas Emil menasihati, Jumat (16/9/16).

Kejadian ini sontak jadi tontonan orang di sekitarnya. Apalagi yang muncul Walikota Bandung. Tapi entah apalagi petuah dari Kang Emil ke si sopir, karena warga yang kebetulan melintas di situ cuma berani lihat dari kejauhan enggan mendekat. Sopir yang dan tampak masih muda berkaos biru itu pun tak bisa mengelak dan memungkiri kesalahannya. Pemuda gundul itu tak bisa lagi berdalih dan pasrah saja ditegur Kang Emil.

Setelah meminta kartu identitas, Emil langsung meminta kepada si sopir agar membuat surat pernyataan di hadapan polisi bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Bahkan SIM si sopir pun dikenai tilang oleh polisi yang mendampingi Emil. Tak cukup sampai di situ, si sopir pun disuruh skotjam 10 kali.

Berasa cukup menasehati dan memberi sanksi, Kang Emil pun lantas melesat ngaleos dengan sepedanya diikuti para ajudan menuju Balai Kota. Mungkin Kang Emil nyadar makin banyak orang di lokasi yang mengabadikan moment itu dengan hape mereka.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close