Bale Jabar

Meski Diprotes, Proyek Kolam Retensi Cieunteung Jalan Terus

×

Meski Diprotes, Proyek Kolam Retensi Cieunteung Jalan Terus

Sebarkan artikel ini
Kepala Satker PJSA-BBWS Citarum, Ahmad Sajidin (kiri) saat berdialog dengan warga Kp Cieunteung Kel/Kec Baleendah, Kab Bandung di Kantor BBWS, Jl Cidurianj, Kota Bandung, Jumat (20/1). by iwa/bbcom
Kepala Satker PJSA-BBWS Citarum, Ahmad Sajidin (kiri) saat berdialog dengan warga Kp Cieunteung Kel/Kec Baleendah, Kab Bandung di Kantor BBWS, Jl Cidurianj, Kota Bandung, Jumat (20/1). by iwa/bbcom

BANDUNG – Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air-Balai Besar Wilayah Sungai (Satker PJSA-BBWS) Citarum, Ahmad Sajidin menandaskan pihaknya tidak akan menghentikan kegiatan proyek pembangunan Kolam Retensi Cieunteung, meski warga sekitar Cieunteung menolak proyek tersebut terus berlanjut.

“Kami minta maaf dan memohon kepada warga untuk memaklumi, sebab proyek ini harus terus berlanjut. Mumpung cuacanya lagi mendukung. Kalau pengerjaan proyek sedang musim hujan, nanti banyak terhambat karena khawatirnya terkendala banjir lagi,” kata Ahmad saat sosialisasi pembebasan lahan bersama warga Cieunteung di Kantor BBWS, Jl. Inspeksi Cidurian Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat (20/1/17). Ahmad mengakui progres pengerjaan fisik Kolam Retensi Cieunteung baru mencapai 10%.

Sejumlah warga di sekitar Kampung Cieunteung,Kel/Kec Baleendah, Kab Bandung, kerap menentang aktivitas pemasangan sheet pile (tiang beton) di pinggir Sungai Citarum. Alasan penolakan warga karena benturan alat pemasang “hammer” dengan sheet pile menimbulkan getaran yang sangat kuat. Warga khawatir getaran tersebut bisa merusak rumah dan bangunan di sekitarnya, bahkan ditakutkan bisa membuat rumah ambruk.

Terkait hal ini, Ahmad menyatakan pihaknya akan mencari solusi dengan mencari mesin (crane) atau alat berat (hammer) yang lebih smooth (lembut) getarannya akar tidak terlalu mengganggu warga.

“Kami juga akan sebar beberapa petugas dari pihak kontraktor dan konsultan di beberapa titik pengerjaan proyek yang akan segera merespon keluhan warga jika memang ada aktivitas yang sangat mengganggu. Kalau memang alat beratnya nanti menimbulkan getaran yang sangat signifikan, ya nanti kita hentikan,” imbuhnya.

Menurut Dede, salah seorang warga RW 28 Kampung Cikarees, yang bertetangga dengan Kampung Cieunteung, saat tiang beton (sheet pile) itu ditanam di siang hari, benturan mesin “hammer” pilar beton itu menimbulkan getaran yang kuat.

“Kami khawatir hal tersebut bisa merusak rumah. Bahkan bisa saja rumah jadi roboh dan timbul korban. Karena itu, kami meminta pemasangan tiang tersebut ditunda dulu. Nanti setelah selesai pembayaran lahan baru bisa dilanjutkan. Atau ganti alatnya dengan yang lebih halus agar tidak sampai mengganggu getarannya,” ungkap Dede.

Jika tetap dipaksakan menggunakan alat tersebut, Dede mengaku tak bisa membayangkan akibatnya. Sebab, selama hampir tujuh jam dalam sehari dan tiap lima menit, hammer itu akan memukul pasak beton sepanjang 11 meter.

“Dengan menanam satu sheet pile saja getarannya sangat keras. Memang sudah ada perjanjian mengganti risiko, tapi itu bukan yang kami harapkan,” kata Dede.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya Darius dan Asep. Keduanya menyatakan keberatan sebelum pelaksana proyek mengganti alat dengan bor. “Sama sekali kami bukan menolak pemasangan sheet pile yang akan menahan luapan Sungai Citarum, tapi tolong jangan menggunakan hammer. Kalau bisa dibor lah dulu,” kata Darius.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]