Bale Kota BandungPamong

Nih, Refleksi Akhir Tahun Ridwan Kamil

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat tabligh akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan muhasabah akhir tahun di Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung, Selasa (12/12/17). by Humas Pemkot Bdg
Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat tabligh akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan muhasabah akhir tahun di Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung, Selasa (12/12/17). by Humas Pemkot Bdg

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menggelar tabligh akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan muhasabah akhir tahun di Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung, Selasa (12/12/17).

Tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Aam Amiruddin itu dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung dan masyarakat umum. Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil beserta istri, Atalia Ridwan Kamil, turut hadir di tengah-tengah masyarakat.

Selaku kepala daerah, di kesempatan itu Ridwan mengingatkan warganya agar tetap menjunjung nilai-nilai religius. Di tengah perubahan dunia yang kian drastis, kata Ridwan, agama merupakan pegangan yang mampu menyeimbangkan kehidupan lahir dan batin.

Bersama warganya, ia juga merefleksikan empat tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial. Emil mengatakan, empat tahun yang menurutnya singkat itu merupakan tahun-tahun yang patut disyukuri.

Banyaknya pembangunan infrastruktur di seluruh kota dan berbagai program membangun mental spiritual masyarakat jadi salah satu alasan mengapa warga harus makin mencintai kotanya.

Indeks Pembangunan Manusia Kota Bandung yang telah mencapai 80,13 poin, pertumbuhan ekonomi kota yang mencapai 7,8%, serta peningkatan jumlah wisatawan menjadi 6,9 juta diklaim Ridwan telah mampu membuat 87% warganya bahagia.

Belum lagi ditambah pembangunan mental berupa program Magrib Mengaji, Bandung Masagi, dan Shalat Subuh Berjamaah yang membuat Bandung makin seimbang.

“Yang baik saya bilang tolong dipertahankan, tapi masih banyak masalah, sedang diperbaiki, yang penting jangan berhenti mencari upaya, nggak boleh jadi orang yang diam,” harapnya.

Ia terus mendorong jajaran pemkot agar tetap konsisten menjalankan ritme kinerja yang cepat ini. Ia tidak ingin sistem yang telah berjalan baik menjadi mundur kembali.

Di akhir masa jabatannya, Emil masih harus menggenjot program yang belum selesai, salah satunya menghadirkan transportasi publik baru yang bisa mengurai kemacetan. Hal itu merupakan satu-satunya janji wali kota yang masih ia upayakan.

“Tinggal ngurangin banjir sama macet dengan ground breaking yang masih berproses suratnya di DPRD. Kalau itu beres, semua janji politik saya sebenarnya sudah terpenuhi,” tandasnya mantap.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close