Bale JabarBale Politik

Ono Surono Jadi Ketua PDI Perjuangan Jabar yang Baru

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar terpilih Ono Surono

BANDUNG, Balebandung.com – Anggota Komisi IV DPR RI Periode 2014 – 2019 dari Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono ST, terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat periode 2019-2024. Ono menggantikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Mayjen TNI Purn Tb Hasanuddin dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jabar di Hotel Grand Asrilia Bandung, Sabtu (27/7/19).

Dalam konferda juga diputuskan, Ono menjadi Ketua PDI Perjuangan Jabar didamping Ketut Sustiawan sebagai Sekretaris dan Ineu Purwadewi Sundari sebagai Bendahara.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya berharap tiga sosok pimpinan baru itu akan membawa angin segar, sekaligus mampu menggerakkan mesin partai, sehingga semakin disukai dan dikenal masyarakat Jawa Barat.

“Semoga susunan DPD PDIP Jawa Barat periode 2019-2024 mampu mengemban amanah ini. Semua bekerja dengan sepenuh hati, mencintai partai, dan menggalang rakyat dengan penuh semangat. DPP Partai meminta agar seluruh kader partai menggelorakan kembali kebudayaan nasional Indonesia,” ucap Hasto yang mewakili Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir di Konferda.

Megawati mengucapkan terima kasih kepada kader partai di Jawa Barat atas kerja keras di Pemilu 2019 lalu, terutama terhadap Hasanuddin. “Ibu Ketua Umum mengucapkan terima kasih, terutama kepada Kang Tb Hasanuddin,” ucap Hasto.

Hasto sempat menyampaikan cerita soal bagaimana Megawati, saat menjadi presiden kelima RI , mengangkat Hasanuddin sebagai Sekretaris Militer. Saat itu, banyak yang memperingatkan Megawati agar tak menunjuk Tb Hasanuddin, karena dikenal sebagai “orangnya Habibie”.

Namun Megawati dengan tegas menyatakan seorang Sesmil haruslah memiliki pengetahuan, bukan hanya soal militer, namun juga penataan bidang pertahanan dan keamanan. Masalah latar belakang Hasanuddin, Megawati menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tak melihat seseorang itu dari siapa di belakangnya, tapi komitmen akan ke-Indonesiaan. “Dan, akhirnya Bu Mega tetap menunjuk Kang Hasanuddin yang terbukti kualitas loyalitas dan kedisplinannya,” ujar Hasto.

“Bu Mega selalu melihat dengan jernih. Maka beliau (Tb Hasanuddin), oleh Bu Mega akan mendapatkan penugasan yang lain. Langkah-langkah regenerasi sudah disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Hasto pun meminta agar kepemimpinan DPD PDIP Jabar yang baru bisa meneruskan kedisplinan serta kepemimpinan partai yang sudah dirintis oleh Hasanuddin.

Hasto pun menjelaskan makna besar Jawa Barat dalam Pemilu dan Pilpres. Kata dia, Jawa Barat, khususnya ibu kota Bandung, adalah tempat persemaian ideologi nasionalisme. Bung Karno berdialog dengan Pak Marhaen di Bandung Selatan.

“Dan di sana, gelora pidato Indonesia Menggugat mengguncang seluruh dunia sebagai semangat pembebasan bangsa-bangsa tertindas akibat kolonialisme dan imperialisme,” ujar Hasto penuh semangat.

Maka itu, pengurus baru partai di Jabar harus mengonsolidasikan seluruh jajaran struktural partai guna menghadapi pilkada serentak 2020 dan pada saat yang sama mempersiapkan diri menghadapi kontestasi Pileg dan Pilpres 2024 mendatang.

Hasto juga mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat melalui kemenangan PDI Perjuangan di dua kali pemilu berturut-turut adalah tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara.

“Partai harus memperhatikan pentingnya pengelolaan lingkungan; pentingnya pengembalian Sungai Citarum yang bersih, penuh dengan pepohonan menghijau, karena sungai adalah jalan sejarah peradaban,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasto memperkenalkan Sofia Yulinar, menantu dari Acil Bimbo, yang ditugaskan sebagai wakil ketua bidang seni budaya. Sofia juga sekaligus bergerak aktif di dalam upaya penyelamatan sungai Citarum.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar terpilih Ono Surono

Sementara itu, dalam pidatonya di hadapan peserta konferda, Hasanuddin menceritakan dirinya yang ditugaskan Megawati untuk memimpin partai di Jabar sejak 2014. Berbagai pengalaman sudah dijalani, sejak Pemilu 2014, Pemilu 2019, dan berbagai pilkada di Jabar.

Dia pun berterima kasih kepada kader partai yang sudah berjuang mati-matian di pemilu lalu. Di tengah kuatnya tekanan dari parpol pesaing, saat ini PDIP harus rela kehilangan kursi Ketua DPRD di 10 kabupaten/kota.

“Ini tentu harus jadi pemikiran nanti oleh sahabat-sahabat, saudara-saudara semua, termasuk oleh saya, bahwa Jabar itu memiliki situasi yang memang sedikit crowded, ruwet,” kata Hasanuddin.

“Saya mohon, saya bertanggung jawab atas kekalahan dan kemenangan di Jabar. Jadi nanti tidak ada yang saling menyalahkan, saya lahir batin bertanggung jawab atas kekalahan,” tambahnya.

Hasanuddin meminta agar para kader PDIP di Jabar tetap menjaga loyalitasnya dan saling bisa menerima di antara satu dengan yang lain, apapun kelebihan maupun kekurangannya.

“Selesai konferda ini, mari kita jaga persatuan kesatuan dan loyalitas. Tugas kita adalah setelah terjadi ini, kita bergerak memenangkan PDI Perjuangan di Jawa Barat.”

“Mohon doa restu di manapun saya diperintahkan oleh Ibu Ketua Umum. Jadi atau tidaknya apapun, saya akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari saudara-saudara,” tandasnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close