Bale Kab Bandung

Pasar Majalaya Harus Direvitalisasi, Bukan Relokasi

Bupati Bandung Dadang Naser saat groundbreaking Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya, Kamis (25/5). by ist

Balebandung.com, MAJALAYA – Pembangunan Pasar Majalaya sejak tahun 1996 tak kunjung selesai. Rencana revitalisasi pasar itu bahkan sudah beberapa kali ganti pengembang. Mulai dari PT Sarana Sakti Utama, PT Mahatama Inti Land, PT Tirta Luhur, PT Aneka, PT Bima Sakti, PT Putra Surya Cemerlang dan terakhir PT Sidotama Semesta.

“Para pengembang pasar itu hanya kelihatan tampangnya saja, sedangkan dalam pelaksanaannya tidak ada apa-apa, bahkan pembangunan Pasar Majalaya mangkrak sampai saat ini,” kata salah satu tokoh masayarakat Majalaya Asep Gunawan Prawira (Asgun) kepada Balebandung.com.

Asgun mengatakan warga pedagang sudah jenuh dengan rencana pembangunan pasar itu.” Warga Pasar Stasion dan Pasar Baru Majalaya mulai apatis dengan pembangunan Pasar Modern Majalaya, karena sudah bertahun-tahun dan berganti-ganti PT, tetap saja pasar dalam keadaan mangkrak. Maka dari itu, warga pasar sekarang lebih memilih revitalisasi, ketimbang relokasi,” tandas Asgun.

Bahkan dampak mangkraknya pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya sudah banyak warga pasar yang dirugikan. Sebab selain dari uang muka yang selalu raib, juga banyaknya pungutan yang tidak jelas.

“Untuk itu, pemerintah harus segera merevitalisasi pasar yang ada, biarkan pembangunan pasar modern yang di Jalan Bypass Majalaya mangkrak, tetapi pemerintah harus menyelamatkan warga pasar dari ancaman ketidakpastian,” geram Asgun.

Menurut Asgun pengembang bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung seakan tidak ada tanggung jawab kepada warga pasar yang telah rugi jutaan rupiah.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close