Bale Bandung

Pemkab Sosialisasi Pungli Berindikasi Korupsi

×

Pemkab Sosialisasi Pungli Berindikasi Korupsi

Sebarkan artikel ini
Sekda Kab Bandung Sofian Nataprawira saat Sosialisasi Pencegahan Pungli berindikasi korupsi, di BaleSawala, Soreang, Rabu (29/3). by Vita Humas Pemkab Bandung.
Sekda Kab Bandung Sofian Nataprawira saat Sosialisasi Pencegahan Pungli berindikasi korupsi, di BaleSawala, Soreang, Rabu (29/3). by Vita Humas Pemkab Bandung.

SOREANG – Melalui Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar (Pungli) yang Berindikasi Korupsi, Pemerintah Kabupaten Bandung lakukan upaya pencegahan (prefentif) di lingkungan Pemkab Bandung.

“Sosialisasi pencegahan terhadap korupsi ini, diarahkan untuk mencegah terjadinya korupsi dengan cara meminimalisir atau menghilangkan peluang tindak pidana korupsi, khususnya bagi aparat di Kabupaten Bandung,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Bandung Sofian Nataprawira di BaleSawala, Soreang, Rabu (29/3/17).

Kegiatan ini juga dimaksudkan meningkatkan pemahaman hukum, terutama yang berkaitan dengan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan publik. Sekda menilai, kecenderungan seseorang melakukan Tipikor, adalah dengan 2 alasan, yakni rendahnya moralitas ASN dan kurangnya kesadaran hukum atas tindakan korupsi yang dilakukan ASN tersebut.

“ASN yang melakukan Tipikor itu ada dua kecenderungan, yakni bermoral rendah dan kurangnya pemahaman dan kesadaran hukum. Artinya ASN ini sudah paham hukum atas Tipikor, tapi dia masih saja berniat dan melakukan tindakan korupsi dengan tanpa rasa berdosa,” ungkap Sekda.

Kepala Unit (Kanit) Tipikor, Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort (Polres) Bandung Iptu Ari Rinaldo, SH memaparkan, Tipikor yang dimaksud adalah sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yakni penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi yang merugikan keaungan negara. Menurutnya, pungli yang dilakukan oknum ASN, bisa berindikasi korupsi yang sebenarnya.

“Tindakan pungli adalah korupsi kecil. Contohnya pemotongan dana hibah bantuan dari pusat untuk daerah, seperti bantuan dana kelompok tani, bantuan untuk korban bencana, pemalsuan dan rekayasa. Sedangkan indikasi korupsi yakni mark up anggaran, mark down pendapatan, contohnya pemalsuan pajak, singgah lelang dan suap,” terang Ari.

Menurutnya, faktor yang mempengatuhi terjadinya pungli di tatanan pemerintah adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), mental dan moral. Maka upaya preventif seperti sosialisasi, pencegahan sosial dan pemberdayaan masyarakat pun perlu dilakukan.

“Faktor yang menjadi penyebab Tipikor, yakni aspek perilaku individu manusia yang tamak, rakus, tak bermoral, dan gaya hidup konsumtif. Sedangkan aspek sosial yakni kurangnya kontrol sosial, sistem akuntabilitas dan lemahnya pengawasan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Mutasi Aparatur pada BKPPD, Lani berharap, sosialisasi yang dilakukan bisa meningkatkan pemahaman ASN terhadap regulasi Tipikor sehingga bisa menjalankan tugas sesuai ketentuan. “Sosialisasi ini merupakan langkah pencegahan ASN, terhadap kemungkinan terjadinya tindakan korupsi di lingkungan Pemkab Bandung,” pungkas Lani. _vita

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]