Bale Bandung

Perlu Political Will Pemerintah Lestarikan Seni Budaya

×

Perlu Political Will Pemerintah Lestarikan Seni Budaya

Sebarkan artikel ini
by damas.or.id
by damas.or.id

SOREANG, Balebandung.com – Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang juga seniman kawakan seni Tembang Sunda Cianjuran, Yus Wiradirdja menerangkan, melihat peta Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran Damas di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Selasa (10/10/16), peserta pria memang lebih banyak ketimbang perempuan.

Yus menduga hal ini secara alamiah terjadi, karena biasanya seorang penembang perempuan akan menurun kariernya ketika telah menikah dan beranak. Mereka akan lebih berkonsentrasi mengurus rumah tangganya.

“Peserta pasanggiri tahun ini memang lebih banyak pria sebanyak 25 orang, perempuannya 10 orang. Mungkin kalau perempuan itu kan setelah menikah dan punya anak mereka lebih konsen ngurus rumah tangga. Tapi yang patut diapresiasi, peserta perempuannya ini kebanyakan masih muda-muda,” ungkap Yus di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Selasa (10/10/16).

Menyoroti semakin jarangnya masyarakat Sunda yang mempelajari seni tembang Sunda Cianjuran. Yus menilai sangat wajar, ini terjadi sebagai dampak dari globalisasi yang mempengaruhi semua ruang kehidupan masyarakat, termasuk ruang-ruang seni budaya. Globalisasi yang digerakan oleh negara-negara maju ini telah meng-influence atau mengarahkan seni budaya sesuai keinginan mereka.

“Itu artinya, kita sebagai negara-negara dunia ketiga hanya sebatas konsumen. Sedangkan produsennya yah mereka dari negara maju. Contohnya, sekarang ini kita dan juga anak-anak kita, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi yah disuguhinya seni budaya pop dari negara maju. Ini sangat memengaruhi seni budaya bangsa kita sendiri,”katanya.

Dahsyatnya terpaan budaya pop ini, tidak bisa dibentengi oleh pertahanan budaya sendiri. Di satu sisi, konsistensi pemerintah juga dianggap lemah, maka wajar saja ketika generasi muda Sunda semakin jarang yang mau mempelajari seni budaya sendiri. Termasuk mempelajari seni tembang Cianjuran.

“Tapi memang kita juga tidak bisa menyalahkan pemerintah. Karena kita ini adalah negara-negara dunia ketiga, yang pemerintahnya masih berpikir dan berupaya meningkatkan kesejahteraan perut rakyatnya. Sedangkan seni budaya itu kan memang bukan kebutuhan primer seperti makan minum. Beda dengan negara maju, Jepang contohnya, sebenarnya mereka juga menghadapi permasalahan yang sama, tapi pemerintahnya bisa mensubsidi dan menggaji para seniman dan budayawannya, jadi bisa tetap hidup,”ujarnya.

Namun demikian, lanjut Yus, seharusnya pemerintah pun tetap harus berupaya. Paling tidak memiliki political will dalam urusan seni budaya ini. Ia mencontohkan, masih hidupnya seni tembang Sunda Cianjuran hingga saat ini, berkat para dalem (kepala daerah). Dimana para dalem ini selalu menampilkan tembang Sunda Cianjuran dalam setiap kesempatan, bahkan rutin digelar di pendopo.

“Jadi intinya political will juga dari pemerintah. Buktinya, para dalem itu tanpa Perda tembang Sunda Cianjuran tetap hidup. Ini hasil proteksi atau perlindungan dari para dalem. Justru kalau cuma dibuatkan Perda, belum tentu bisa berjalan dengan baik,”ujarnya.

Kondisi yang ada saat ini, dukungan pemerintah terhadap seni budaya memang ada. Namun sayangnya belum menyentuh subtansi dari dukungan itu sendiri. Sehingga, upaya pembinaan dari pemerintah itu seringkali tidak tepat sasaran.

“Sebenarnya dukungan anggaran dari pemerintah itu ada dan sangat penting. Tapi seringkali tidak didampingi oleh ahli dalam pelaksanaannya. Dan semangatnya yang penting anggaran keluar saja, tanpa memikirkan outcome atau hasil akhirnya seperti apa. Nah, ini yang harus diubah,”kata Yus.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]