Bale Kab BandungGaya HidupKesehatan

PMI Siap Dukung Program FKBS 2017

Ketua Bulan Dana PMI Kab Bandung Hj.Kurnia Agustina saat penutupan bulan dana PMI 2016 dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2017 di Gedung Korpri, Soreang, Selasa (21/2). by vita Humas Pemkab Bandung.
Ketua Bulan Dana PMI Kab Bandung Hj.Kurnia Agustina saat penutupan bulan dana PMI 2016 dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2017 di Gedung Korpri, Soreang, Selasa (21/2). by vita Humas Pemkab Bandung.

SOREANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat dan Kab Bandung siap mendukung Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) untuk program tahun 2017.

Sekretaris PMI Jabar Kombes Pol. Purn.H.Ruhanda.,M.,Si menyatakan dukungan PMI untuk FKBS bisa mempersuasif masyarakat akan terciptanya Kabupaten Bandung Sehat, bahkan menurutnya capaian bulan dana PMI untuk tahun 2017 bisa meningkat.

“PMI siap mendukung program FKBS tahun ini. Sebagai mitra pemerintah daerah, FKBS dinilai dapat membantu menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan baik fisik, sosial, budaya dan mengembangkan ekonomi masyarakat. Dan kami siap mengabdi,” tandas Ruhanda saat Penutupan Bulan Dana dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2017 di Gedung Korpri, Soreang, Selasa (21/2/17).
.
“Saya berharap selain berdampak positif bagi terwujudnya Kabupaten Bandung Sehat, dukungan ini juga bisa meningkatkan capaian bulan dana PMI tahun ini,” imbuhnya.

Ketua Bulan Dana PMI Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Dadang Naser mengungkapkan kesiapannya kembali untuk menjadi Ketua Bulan Dana PMI pada tahun 2017. Nia berharap kedepannya ada output yang lebih jelas dalam pemanfaatan hasil bulan dana ini, khususnya untuk gerakan kemanusiaan yang lebih luas.

“Pemanfaatan bulan dana ini akan lebih berdampak langsung pada gerakan kemanusiaan. Dari 31 Kecamatan, 16 diantaranya berpotensi terjadi bencana. Maka salah satu kegiatan PMI selain penanggulangan bencana,yakni ikut mengembangkan bagaimana masyarakat itu peduli terhadap lingkungan sebagai upaya prefentif terjadinya bencana,” ungkap Nia yang juga Ketua FKBS Kabupaten Bandung ini.

Program FKBS tahun ini, lanjut Nia, berdasarkan kawasan dan permasalahan khusus, akan dilakukan 4 tatanan, yakni kawasan pemukiman sarana prasarana umum, pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, juga kawasan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri.

“Hal inilah yang akan menjadi tanggung jawab sekaligus menjadi tantangan bagi para pengurus PMI, sebagai dukungan dalam menunjukan pengabdian kepada masyarakat melalui empat tatanan tadi,” terangnya.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat, Marlan mengatakan, jika dicermati eksistensi PMI sebagai sebuah organisasi, sekurangnya terdapat dua fungsi utama yang harus jadi perhatian dalam menjalankan organisasi yaitu fungsi internal dan eksternal.

“Fungsi internal yakni untuk memenuhi kebutuhan organisasi terutama dalam hal peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi anggota PMI itu sendiri. Kemudian fungsi eksternal untuk membantu pemerintah di bidang sosial manusia akan memberikan kontribusi atau stimulasi kebijakan kepada pemerintah daerah, serta memberikan pelayanan dalam perspektif pengabdian kepada masyarakat,” terang Marlan.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close