Bale Bandung

Polresta Bandung Bongkar 50 Kasus Narkoba, Home Industri Sinte dan Jaringan Lapas Terungkap

×

Polresta Bandung Bongkar 50 Kasus Narkoba, Home Industri Sinte dan Jaringan Lapas Terungkap

Sebarkan artikel ini

SOREANG, balebandung.com — Satresnarkoba Polresta Bandung mengungkap 50 kasus narkotika selama Operasi Antik Lodaya 2026 yang berlangsung pada 7–16 Oktober. Dalam operasi selama 10 hari itu, polisi mengamankan 52 tersangka dan menyita barang bukti berupa sabu, ganja, tembakau sintetis, serta ribuan butir obat keras tertentu.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto mengatakan, para tersangka memiliki peran beragam, mulai dari memproduksi, mengedarkan, membeli, memiliki, menguasai, hingga menggunakan narkotika. “Selama 10 hari pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Bandung, kami berhasil mengamankan 52 orang tersangka,” ujar Tri dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (20/10/2026).

Barang bukti yang disita meliputi sabu seberat 206,22 gram, tembakau sintetis 659,96 gram, ganja 1.109 gram atau sekitar 1,1 kilogram, serta 10.114 butir obat keras tertentu. Obat-obatan tersebut terdiri atas 8.400 butir tramadol, 914 butir trihexyphenidyl, dan 800 butir hexymer.

Dari puluhan perkara tersebut, polisi menyoroti dua kasus, yakni produksi rumahan tembakau sintetis yang dipasarkan secara daring dan peredaran sabu melalui kurir yang terhubung dengan jaringan lembaga pemasyarakatan.

Dalam kasus pertama, polisi menangkap DR (36), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di Kompleks Rancaekek Permai, Desa Rancaekek Wetan. DR diduga meracik tembakau sintetis di rumah kontrakannya di Kampung Pamipiran, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, lalu menjualnya melalui Instagram dengan sasaran pasar Tasikmalaya dan Bandung.

“Modusnya tersangka meracik sendiri tembakau sintetis di rumah kontrakannya di Kampung Pamipiran, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian dijual secara online melalui Instagram dengan sasaran pasar Tasikmalaya dan Bandung,” kata Tri.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita total 611,83 gram tembakau sintetis, terdiri atas 96,83 gram yang ditemukan di Rancaekek dan 515 gram di Tasikmalaya. Polisi menyebut DR meraup keuntungan hingga Rp30 juta dari aktivitas tersebut.

Kasus menonjol kedua melibatkan HO (40), warga Majalaya yang merupakan residivis kasus narkoba. Ia ditangkap pada Rabu, 7 Oktober 2026, di sebuah rumah kontrakan di Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya. HO diduga berperan sebagai kurir sabu dalam jaringan yang berkaitan dengan lapas.

“HO berperan sebagai kurir jaringan Lapas. Kami amankan 5 paket sabu seberat 113,19 gram. Tersangka mengaku mendapat upah Rp1,5 juta per 10 gram sabu yang berhasil dijual,” ungkap Tri.

Polisi masih memburu seseorang bernama Nugi alias Ocol yang disebut sebagai atasan HO dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mulai dari lima tahun penjara hingga penjara seumur hidup atau pidana mati, serta denda hingga Rp10 miliar. Untuk perkara obat keras tertentu, tersangka dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Polresta Bandung berkomitmen terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akarnya,” tegas Tri.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan daerah melalui dukungan infrastruktur pertanian, modernisasi teknologi, serta apresiasi bagi para pelaku usaha tani melalui ajang Taniverse 2026. Acara yang dibuka langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan. KDS menegaskan petani […]

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Bandung diperkirakan mencapai Rp400 miliar per tahun. Namun, dana yang berhasil dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung baru sekitar Rp17,5 miliar. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ibadah maliyah. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam […]

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Sebanyak 1.012 ustaz dan ustazah di Kabupaten Bandung menerima insentif dari pemerintah daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung pada 2026. Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk mendukung para pengajar keagamaan, khususnya yang mengajar di diniyah takmiliyah dan masjid. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung penuh program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu ditegaskan Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat Rapat Koordinasi dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program dari pemerintah pusat berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), di Gedung […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran Rp40 miliar dari bonus produksi panas bumi, dengan 60 persen diperuntukkan bagi 56 desa di wilayah penghasil panas bumi. Penyaluran kepada desa dilakukan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pada 2026. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, bonus produksi panas bumi berbeda dengan Dana Bagi Hasil (DBH). Bonus […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Wakil Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Rancaekek, Ciceu Susilawati, memotivasi kader agar terus bergerak, menjaga semangat berorganisasi, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kontribusi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa tumbuh dari gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pesan tersebut disampaikan sahabat Ciceu dalam Pengajian Rutin Bulanan PAC […]