Bale Jabar

Sejumlah Tokoh di Jawa Barat Bikin Petisi Karangkamulyan

×

Sejumlah Tokoh di Jawa Barat Bikin Petisi Karangkamulyan

Sebarkan artikel ini
Pasamoan Budaya Peduli Karangkamulyan (PBPK), membuat petisi terkait kasus diinjaknya Situs Karangkamulyan Ciamis, di Kampus Stikom Bandung, Selasa (17/11/20). by iwa/bbcom
Pasamoan Budaya Peduli Karangkamulyan (PBPK), membuat petisi terkait kasus diinjaknya Situs Karangkamulyan Ciamis, di Kampus Stikom Bandung, Selasa (17/11/20). by iwa/bbcom

BANDUNG, Balebandung.com – Sejumlah anggota masyarakat Jawa Barat dan Jakarta yang tergabung dalam Pasamoan Budaya Peduli Karangkamulyan (PBPK), mengeluarkan petisi terkait kasus diinjaknya Situs Karangkamulyan, di Kabupaten Ciamis oleh oknum tidak bertanggungjawab.Petisi dibuat saat mereka berkumpul secara virtual, di Kampus Stikom (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi), Bandung, Selasa (17/11/20).

Salah satu inisiator pertemuan virtual tersebut, Jang Sukmanbrata menjelaskan, etisi tersebut menekankan aspek etika pendidikan dan keilmuan dari kasus ini. Khususnya terkait salah seorang pelaku, Dr.Retty Isnende, M.Hum.

“Selain mendesak pihak Jurusan Bahasa Lokal Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meninjau kembali status Dr.Retty sebagai pengajar di lembaga tersebut, petisi juga meminta Sekolah Pascasarjana UPI meninjau kembali pemberian gelar doktor kepada yang bersangkutan. Ia dinilai perilakunya tidak menunjukkan keadaban dan etika dasar seorang doktor,” terang Jang dalam rilisnya.

Jang mengatakan, pertemuan budaya itu berlangsung secara virtual lewat grup WA Sunda-Nusantara. Pesertanya mencapai 50 orang lebih, dan tak hanya “dihadiri” peserta dari etnis Sunda atau dari Jawa Barat saja. Selain dari Bali dan Jawa Timur, ada juga peserta yang domisilnya di Texas, Amerika, dan Bithloven, Belanda.

Menurut Jang, petisi ini tak hanya akan diedarkan dan ditandatangani para peserta pertemuan virtual, tapi juga oleh siapa saja yang memiliki keprihatian dan perhatian sama dengan isi petisi.

“Kami memberikan waktu sampai akhir bulan ini bagi mereka yang ingin membubuhkan tandatangannya. Sebelum kami menyerahkan petisi tersebut kepada para pihak yang disebut dalam petisi,” kata Jang.

Ia menyebut selain Dr. Dedi Djamaluddin, MSc, Dr. Etti RS, dan pengarang Aan Permana Merdeka,; sejumlah tokoh kabuyutan dan komunitas adat tercatat sebagai para penandatangan petisi.

“Dalam pertemuan, sedikitnya ada 55 orang yang mendukung petisi tersebut. Namun, karena mereka tinggal di luar Bandung Raya, penandatanganan kali ini hanya diwakili beberapa orang saja,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pada Oktober lalu sempat viral di media sosial dua peneliti Situs Karangkamulyan Ciamis menginjak Batu Patilasan lambang peribadatan di Situs Karangmulyan di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hal ini membuat warga Ciamis geram.

Ada dua buah foto yang beredar di berbagai medsos. Salah satu foto menunjukkan seorang pria berambut panjang menaiki Batu Patilasan Situs Karangkamulyan. Ia bergaya layaknya pendekar kungfu dengan menaikkan salah satu kakinya. Sementara tangannya terentang seperti burung bangau yang sedang mengepakkan sayap.

Foto lainnya seorang wanita berkerudung menggendong tas punggung juga menaiki Batu Patilasan. Ia berdiri menginjak Batu Patilasan Karangmulyan. Sedangkan tangannya terlipat seperti posisi berdoa.

Belakangan pria berambut gondrong diketahui bernama Gilang Taufiq Kusumawhardana. Dalam sebuah video klarifikasi yang beredar, Gilang mengaku sebagai Ketua Ekspedisi dari organisasi bernama House of Varman.

Gilang dalam video tersebut mengatakan sedang melakukan penelitian pendahuluan terkait sejarah Wretikandayun. Raja Wretikandayun adalah Raja pertama dari Kerajaan Galuh dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa.

“Hari ini kita sedang melakukan penelitian pendahuluan mengenai babak sejarah Wretikandayun. Salah satu kunjungannya kita mengunjungi Situs Karangkamulyan,” ujar Gilang dalam video klarifikasinya, Senin (5/10/20) lalu.

Gilang juga menuturkan alasan perbuatannya menaiki Batu Patilasan yang fotonya beredar luas di Facebook, Twitter, dan Instagram. “Kemudian saat kita berada di Situs Panaekan kita didampingi oleh kolega atau teman yang memandu. Kita juga diberitahu tentang filosofi Panaekan. Interpretasi kita dengan naik itu ada keutamaannya,” jelasnya.

Rupanya Gilang beranggapan Panaekan berarti ‘naik’. Sehingga ia dengan temannya menaiki Batu Patilasan tersebut. “Sekiranya itu adalah melanggar satu etik tertentu dengan resmi kami meminta maaf,” kata Gilang yang menutup video klarifikasinya dengan salam.

Sementara yang dimaksud oleh Gilang sebagai Situs Panaekan di Karangkamulyaan adalah Situs Adipati Panaekan. Dalam Situs Ciung Wanara tersebut memang ada makam Adipati Panaekan yang dikenal sebagai Bupati Galuh Ciamis pertama.

Situs Adipati Panaekan yang berada di Karangkamulyan merupakan punden yang bentuknya melingkar. Pada bagian sisi utara dan selatan terdapat batu tegak. Situs ini berbeda dengan Batu yang diinjak oleh Gilang. Karena batu yang dinaiki oleh Gilang adalah batu lambang peribadatan. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]