Bale Jabar

Tanpa Impor, Pemerintah Harus Bisa Penuhi Kebutuhan Daging dari Dalam Negeri

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin

JAKARTA, Balebandung.com – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyarankan kepada pemerintah melalui Bulog agar memulai segala kekuatan, sumberdaya keuangan maupun sarana-prasarana untuk memenuhi kebutuhan daging dari dalam negeri.

“Saat ini Bulog mengalami kesulitan impor daging kerbau dari India karena India sedang melakukan lockdown akibat wabah covid-19. Ini jangan dilihat sebagai halangan. Mesti dijadikan tantangan negara kita untuk merdeka dari impor daging dengan memenuhi dari kebutuhan dari dalam negeri”, kata Akmal.

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menambahkan, meski negara kita akan menghadapi kekurangan beberapa hal, sana dan sini terkait pemenuhan kebutuhan daging, namun secara jangka pangjang, kita akan memiliki ketahanan dan kekuatan terhadap stok dari dalam, sehingga meminimalisir pemenuhan stok dari luar negeri.

“Sudah sebuah kewajaran kita mengawali sesuatu yang baik, babak belur di awal, di akhir tinggal menikmati hasilnya yang juga dirasakan oleh rakyat banyak bangsa ini”, kata dia.

Akmal menjelaskan, pada tahun 2019 akhir, Pemerintah kembali membuka keran impor daging kerbau dari India pada 2020 sebanyak 60 ribu ton. Impor ini untuk program stabilisasi harga. Pemerintah melalui rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah memutuskan kuota impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton untuk tahun 2019.

Pada Januari 2020, lanjut Akmal, rencana untuk mengimpor daging kerbau telah diajukan. Pembahasan perkara impor daging kerbau ini diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurutnya, Kementeraian Koordinator perekonomian beserta seluruh Institusi Ratas Bidang Pangan mesti berpikir tidak menyalahkan terlambatnya izin keluar impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton.

“Tapi sekarang mesti berfikir, pemenuhan berasal dari peternak-peternak nusantara. Bila terjadi kekurangan pasokan di ibukota, saya yakin masyarakat akan memahami situasi sekarang. Yang paling penting bagaimana rencana strategis pemenuhan daging dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan nasional”, saran Akmal.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini mengatakan, kebutuhan akan daging, selain dari sapi dan kerbau, daging ayam juga dapat sebagai pengganti dalam keadaan mendesak wabah saat ini.

Kini, Dampak ekonomi akibat corona (Covid-19), menjadi pukulan bagi para peternak ayam yang ada di Jawa Barat. Sebab hasil panen ayam melimpah, sedangkan permintaan berkurang, sehingga harga jual ayam dari kandang merosot tajam. Harga ayam dari kandang per tanggal 3 April 2020 berkisar antara Rp 5.500-Rp 8.000 per kilogram di wilayah Pulau Jawa (sumber data: Pinsar).

Akmal menyarankan kepada Bulog, agar konsentrasinya dapat dialihkan lebih banyak pada mengatasi permasalahan peternak ayam yang sangat terpukul, akibat ancaman peternak rakyat menghadapi gulung tikar yang akan diikuti gelombang PHK secara besar, diperkirakan mencapai 12 juta karyawan.

“Saya harap Bulog, Kementerian Pertanian, Kementeraian Perdagangan dan Menko Perekonomian dapat hadir pada solusi-solusi yang langsung pada keluarga rakyat Indonesia. Tidak dapatnya impor daging dari luar negeri ini harus mampu diubah menjadi kesempatan membesarkan peternak lokal”, tutup Akmal. ***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close