SOREANG, balebandung.com – Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Jannah Kutawaringin Kabupaten Bandung, Ust H Andris Fajar, S.Ag., M.Pd., mengajak umat Islam untuk senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Agung Al Fathu Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Dalam khutbahnya, Ust Andris Fajar mengangkat tema “4 Cara Mensyukuri Nikmat”. Ia menyampaikan bahwa nikmat yang diberikan Allah kepada manusia sangat banyak dan tidak akan mampu dihitung.
“Jika kita menghitung nikmat Allah, maka kita tidak akan mampu menghitungnya. Karena itu, kewajiban kita adalah mensyukurinya,” ujar Ust Andris Fajar.
Ia mengutip firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang menyebutkan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, sebaliknya azab yang pedih akan diberikan kepada mereka yang kufur terhadap nikmat.
Menurutnya, syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
“Syukur itu bukan hanya ucapan Alhamdulillah. Syukur harus tampak dalam cara kita menggunakan nikmat sesuai dengan kehendak Allah,” katanya.
Ust Andris Fajar menjelaskan, ada empat cara mensyukuri nikmat sebagaimana dijelaskan Imam Ghazali.
Pertama, bersyukur dengan hati, yakni menyadari bahwa seluruh nikmat yang diterima semata-mata berasal dari Allah SWT.
“Kalau seseorang menerima ketetapan Allah dengan ikhlas, maka ia akan merasa cukup dan tenang dalam hidupnya,” ujarnya.
Kedua, bersyukur dengan lisan, yakni memperbanyak pujian kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah dalam setiap keadaan.
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat untuk hal-hal yang diridhai Allah, seperti beribadah, membantu sesama, serta menolong orang yang membutuhkan.
“Jangan sampai nikmat yang kita miliki dipakai untuk hal yang tidak baik. Gunakan rezeki, kesehatan, jabatan dan ilmu untuk memberi manfaat,” tuturnya.
Keempat, menjaga nikmat dari kerusakan. Menurutnya, setiap nikmat yang telah diberikan harus dirawat dan dipelihara.
Ia mencontohkan, nikmat kesehatan harus dijaga dengan pola hidup yang baik, sementara nikmat iman dan Islam harus dipelihara dengan salat, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, bersedekah dan berdoa.
“Kalau nikmat dijaga, insya Allah nikmat itu akan bertambah. Tapi kalau diabaikan, bisa jadi Allah mengambil kembali nikmat tersebut,” katanya.
Di akhir khutbahnya, Ust Andris Fajar berharap seluruh umat Islam dapat menjadi hamba yang pandai bersyukur.
“Mudah-mudahan kita semua termasuk golongan orang-orang yang bersyukur dan kelak dikumpulkan bersama para syakirin,” pungkasnya.***







