Bale Kota BandungPamong

Warga Miskin Kota Bandung 304.939 Jiwa

Kabid Penganggulangan Kemiskinan BKBPM Kota Bandung Iwa Koswara

SUMURBANDUNG  – Kepala Bidang Penganggulangan Kemiskinan BKBPM (Badan Kesatuan Bangsa Dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Bandung, Iwa Koswara memaparkan, jumlah penduduk miskin di Kota Bandung cukup signifikan yaitu melebihi angka 10% dari populasi Kota Bandung.

“Jumlah warga miskin di Kota Bandung sudah mencapai 304.939 jiwa atau sama dengan 79.573 KK untuk jangka waktu 2013-2018. Standar kemiskinan ini menurut data BPS (Badan Pusat Statistik),” sebut Iwa saat Bandung Menjawab di Media Lounge Bale Kota Bandung , Selasa (5/4/16).

Iwa mengatakan Pemkot Bandung telah mempersiapkan program penganggulangan kemiskinan yang diantaranya adalah pembangunan atau rehab untuk rumah tidak layak huni (rutilahu). “Untuk pembangunan rutilahu pemkot menargetkan ada sekitar 1.200 rumah untuk memenuhi target minimal satu persen dari jumlah KK yang kurang mampu,” sebutnya.

Menurutnya Pemkot Bandung sangat serius dalam menangani masalah kemiskinan masyarakat dan semua itu sudah tercatat pada Rencana Pembangunan Kota Bandung.

“Dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) saja, ada lima strategi penanggulangan kemiskinan yaitu kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan ketahanan pangan, serta ketenagakerjaan dan semuanya sudah pasti harus terlaksana,” urainya.

Terkait Smart City, BKBPM juga telah membuat sebuah sistem informasi manajemen yang dapat melakukan perhitungan kemiskinan untuk menampung penanggulangan informasi kemiskinan di lintas SKPD pada tahun 2016.

“Meski sistem ini berbasis web, tapi masih internal belum mampu diakses oleh orang luar. Tapi akan sangat banyak membantu dalam hal kalkulasi serta penanganan masalah kemiskinan di lintas SKPD,” terangnya.

Iwa juga mengatakan untuk Kota Bandung ada beberapa kecamatan yang tingkat kemiskinannya paling tinggi dan perlu mendapat perhatian lebih. ” Di antara beberapa kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi adalah Babakan Ciparay, Kircon, Jamika dan yang tertinggi yaitu Babakan Ciparay,” paparnya.

Untuk mengatasi hal tersebut Iwa mengatakan BKBPM melaksanakan gerakan pengentas kemiskinan dengan cara mengkoordinasikan bantuan-bantuan kepada yang memerlukan sehingga lebih optimal dan terarah.

“Di sini BKPPM ini lebih ke arah koordinasi. Contoh pada saat ada bantuan dari Bank BJB Rp 140 juta bagi warga miskin, kami akan koordinasikan agar disalurkan ke Babakan Ciparay misalnya, untuk rutilahu,” paparnya.

Sedangkan perihal target oengentasan kemiskinan yang telah di tangani Iwa mengatakan Kota Bandung masih menunggu daei Kementrian Sosial. “Kita belum tau apabila target satu persen itu udah terpenuhi apa belum da kita masih menunggu dari Kemensos untuk hal tersebut,” katanya.

Untuk kriteria kemiskinan, Iwa menerangkan tingkat kemiskinan diukur dari penghasilan per bulan. “Orang yang disebut miskin yaitu rata-rata tingkat pendapatannya sekitar Rp 600 ribu dan habis untuk makan saja, sehingga kebutuhan pendidikan, kesehatan sulit untuk dipenuhi,” terangnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close