Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBale Kota Bandung26 Ibu di Kota Bandung Meninggal Waktu Lahiran

26 Ibu di Kota Bandung Meninggal Waktu Lahiran

bb-rk-pmiBANDUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara menuturkan saat ini tengah dilaksanakan Program Quick Win, yakni program pelayanan darah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Di Kota Bandung dilaporkan tahun 2015 sebanyak 26 ibu meninggal saat melahirkan.

“Masalahnya bukan hanya di angka 26, tetapi mengapa seorang ibu yang tengah melaksanakan proses reproduksi yang harus berakhir dengan kematian,” ungkap Ahyani saat penandatanganan Nota Kesepahaman Dinkes Kota Bandung, Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung dengan semua rumah sakit yang ada di Kota Bandung, di Ruang Tengah Balai Kota, Rabu (18/5/16).

Nota kesepahaman ini sebagai kebijakan Pemkot Bandung dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan yang turut dihadiri oleh pihak Kementerian Kesehatan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sendiri.

Ahyani melanjutkan, untuk melayani masyarakat, Dinkes Kota Bandung juga melaksanakan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu. “Kami bekerja sama dengan Telkom menggunakan 022119 sebagai pusat informasi dan pusat penanggulangan gawat darurat secara terpadu sehingga mereka dapat berkomunikasi dan masyarakat dapat bertanya untuk berbagai informasi sehingga dapat menanggulangi berbagai hal dalam kondisi berbeda-beda,” terangnya.

Pihaknya telah menempatkan pusat-pusat informasi di 37 titik, yang terdiri dari 6 titik di Puskesmas 24 jam dan sisanya tersebar di berbagai rumah sakit. Dengan sistem ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara langsung dan tersedia selama 24 jam.

Upaya sosialisasi kesehatan ibu dan bayi juga dilakukan di tingkat hulu. Ahyani mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan aparatur kewilayahan untuk bersama-sama bersiaga melalui penguatan di keluarga (rumah tangga) dan Program RW Siaga.

“Semua ibu hamil harus terdata di tingkat RW, kemudian dipilah oleh tenaga kesehatan kebutuhannya apa, kemudian persalinanannya direncanakan, kalau butuh dana sudah direncanakan,” ujar Ahyani.

Terkait masalah kesehatan di Kota Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerangkan sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung tidak hanya menerima pasien dari dalam kota saja tetapi juga dari seluruh wilayah Jawa Barat. Maka dari itu, ia mendorong berbagai pihak untuk mengoptimalkan fasilitas kesehatan di Kota Bandung. “Mari para direktur rumah sakit, kita sama-sama berinovasi. Di mana ada problem kita cari solusinya yang kreatif,” ajak Ridwan.

Salah satu upaya peningkatan kesehatan yang dilakukan adalah Kota Bandung terpilih menjadi salah satu dari lima kota di dunia sebagai tempat pendirian pusat penelitian kanker. “Jadi nanti akan ada rumah sakit kanker di Bandung. Bagian dari jaringan dunia,” ungkap Ridwan.

Terkait dengan kesehatan anak, Pemkot Bandung memiliki program OMABA, yakni Ojek Makanan Bayi yang mendapatkan penghargaan di tingkat nasional. “Orang-orang miskin yang pengetahuan gizinya lemah, asal ngasih makan ke anak-anak yang sedang usia tumbuh kita ambil alih. Kita masak makanan bergizi dan kita kirim ke rumah,” jelas Ridwan.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI