Bale Bandung

Bupati Kang DS Resmikan CoE Korporasi Kopi Senilai Rp47 Miliar, Satu-satunya di Indonesia

×

Bupati Kang DS Resmikan CoE Korporasi Kopi Senilai Rp47 Miliar, Satu-satunya di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan CoE Korporasi Kopi, di Gedung CoE Kopi, Desa/Kec Solokanjeruk, Selasa (27/5/25)

SOLOKANJERUK, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Center of Exellence (CoE) Korporasi Kopi, di Gedung CoE Kopi, Desa/Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (27/5/2025). CoE Korporasi Kopi ini dibangun Kementerian Pertanian dengan anggaran APBN secara multiyears hingga mencapai Rp47 miliar.

Bupati Bandung mengatakan pembangunan CoE ini untuk mempersatukan hasil produksi kopi di sejumlah daerah. Selain produksi kopi asal Kabupaten Bandung, juga kopi asal Jawa, Sumatera dan daerah lainnya di Indonesia.

“Kopi di CoE ini kemudian diproduksi, dikemas dan dipasarkan melalui korporasi, termasuk pasar ekspor. Insya Allah, saya akan mengundang para investor di Indonesia untuk hadir di Kabupaten Bandung, untuk berinvestasi  dan bisa mengembangkan potensi kopi di Kabupaten Bandung dan pulau Jawa,” kata bupati.

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Ditjen Perkebunan dan Ditjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) Kementerian Pertanian RI yang telah menggelontorkan dana untuk pembangunan CoE ini.

“CoE ini merupakan korporasi kopi pertama di Indonesia, sebagai pusat kopi unggulan dan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani kopi serta memperkuat ekosistem agribisnis kopi secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kang DS menyatakan, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya perkebunan kopi. Tak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, sektor ini juga menyumbang devisa melalui ekspor dan menyediakan bahan baku bagi industri hilir.

Luas lahan perkebunan kopi Kabupaten Bandung kurang lebih mencapai  15 ribu hektare. Jika per hektar rata-rata memproduksi 10 ton kopi,kata Kang DS, maka produksi kopi Kabupaten Bandung  mencapai kurang lebih sekitar 150 ribu ton per tahun. Sementara kapasitas dari CoE ini kurang lebih sekitar 6.000 ton.

Kang DS menyebutkan bahwa kopi Kabupaten Bandung telah menembus pasar mancanegara. “Ini tak lepas dari kerja keras para petani dan pelaku usaha kopi yang patut kita apresiasi bersama,” ucapnya.

Ia menandaskan, pembangunan CoE ini bukan hanya sebagai simbol dan seremonial saja. CoE ini juga merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan klasik para petani, yaitu ketergantungan terhadap obtaker dan tengkulak.

“Sudah saatnya petani kopi tidak lagi menjual hasil panennya kepada para cukong dengan harga yang tidak adil. Dengan adanya korporasi kopi ini, diharapkan petani memiliki akses langsung terhadap pasar, mendapat nilai tambah dari produk yang dihasilkan, memiliki posisi tawar yang lebih kuat sekaligus memperluas jejaring pemasaran kopi secara profesional dan berkelanjutan,” tuturnya.

Kang DS mengungkapkan bahwa peresmian CoE ini bukan titik akhir, melainkan titik awal untuk terus bekerja keras dalam mengelola, mengembangkan, dan mengoptimalkan CoE ini agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dia menyatakan, di tengah perkembangan zaman dan tantangan global, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh komponen pembangunan baik dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas petani, insan media, maupun masyarakat untuk bersama-sama memperkuat peran sektor pertanian, khususnya kopi, melalui ide-ide kreatif dan langkah konkret yang berdampak luas,” ujarnya.

Bupati Kang DS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak,  khususnya kepada petani serta pelaku usaha kopi yang telah berupaya mengangkat citra kopi Kabupaten Bandung hingga tembus ke pasar mancanegara.

“Mudah-mudahan peresmian hari ini akan menjadi tonggak penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing produk lokal, dan tentunya mendorong kesejahteraan petani Kabupaten Bandung secara berkelanjutan,” tuturnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]