Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1779
Interkulturalitas Teater Digugat: Masih Relevan atau Sekadar Tren? | Bale Bandung
Bale Jabar

Interkulturalitas Teater Digugat: Masih Relevan atau Sekadar Tren?

×

Interkulturalitas Teater Digugat: Masih Relevan atau Sekadar Tren?

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Gedung Kesenian Sunan Ambu.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian “Reenchantment of Interculturalizing Theatre Traditions”. Rektor ISBI Bandung, Dr. Ismet Ruchimat, membuka kegiatan yang mempertemukan seniman dan akademisi untuk membedah kembali praktik interkultural dalam teater kontemporer.

Pada sesi pertama, Yusef Muldiyana, Dr. Retno Dwimarwati, Prof. Dr. Dra. Yudiaryani, M.A., dan Fathul A. Husein, S.Sn., M.Sn. membahas persoalan interkulturalitas dari perspektif praktik maupun akademik. Diskusi dipandu Tatang Abdullah.

Fathul A. Husein menyoroti munculnya kritik terhadap interkulturalisme, termasuk gerakan kontra-kulturalisme. Menurut dia, kolaborasi antarbudaya dapat menghadapi persoalan dekontekstualisasi dan apropriasi budaya ketika unsur budaya dipindahkan dari konteks asalnya.

Persoalannya bukan hanya bagaimana unsur budaya digunakan di atas panggung. Ada relasi kuasa yang ikut bekerja ketika budaya dari Timur diambil, diolah, kemudian ditampilkan dalam kerangka budaya Barat.

Dengan demikian, pertemuan budaya dalam teater tidak selalu berlangsung setara. Ada pertanyaan tentang siapa yang mengambil, siapa yang ditampilkan, dan siapa yang memiliki kuasa untuk menentukan makna sebuah kebudayaan.

Prof. Yudiaryani dari ISI Yogyakarta juga melihat kebutuhan aktor teater untuk menghadapi perubahan zaman secara kritis. Menurut dia, kompleksitas teater menuntut aktor memiliki spesialisasi, sementara perkembangan pertunjukan membuka ruang penggunaan intermedia.

Adaptasi, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan zaman. Teater harus mampu membaca realitas baru tanpa kehilangan kemampuan kritis terhadap persoalan yang melingkupinya.

Dari sisi praktik, Yusef Muldiyana dari Laskar Panggung Bandung memaparkan karya Pabrik Begal. Lakon tersebut mengangkat fenomena sosial kontemporer melalui komedi satir dengan memadukan idiom teater klasik dan modern.

Sementara Retno Dwimarwati mempresentasikan sejumlah karya yang merekonstruksi pemikiran masa lalu dalam konteks kekinian, antara lain Puseur Sancang Pangirutan, Ludira Kasmaran, dan Niskala Gudha.

Dalam Niskala Gudha, kisah Siti Samboja dan upayanya merebut kembali Kerajaan Galuh dari Bajo ditafsirkan ulang melalui perpaduan tari ronggeng gunung, wayang golek, dan musik. Pertunjukan tersebut juga menggunakan format hibrida, dengan pementasan langsung di Parigi, Ciamis, yang disiarkan melalui YouTube.

Diskusi berlanjut pada sesi kedua dengan menghadirkan Erwin Sirajuddin, S.Sn., M.Sn., Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., M.Sn., dan Tirta Nugraha Pratama, S.Sn.

Forum tersebut pada akhirnya tidak sekadar mempertanyakan apakah interkulturalitas masih menarik secara artistik. Yang lebih penting, bagaimana pertukaran budaya dalam teater berlangsung tanpa mengabaikan konteks, identitas, dan persoalan ketimpangan relasi kuasa.

Itulah yang membuat interkulturalitas tetap menjadi isu yang belum selesai dalam perkembangan teater kontemporer.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan independensi pers semakin diuji di tengah derasnya arus informasi digital dan tekanan ekonomi yang dihadapi media. Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat periode 2026–2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026). Menurut Dedi, media kini tidak hanya bersaing dengan sesama media, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki babak baru. Di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Tantan Sulthon B, S.Sos., M.Sos. sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Jabar dengan struktur yang tidak hanya menggarap urusan organisasi, tetapi […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]