CIMAHI, balebandung.com – Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung kembali mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2025 atau audit keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dirilis Januari 2026.
“Saya apresiasi dan ucapkan selamat kepada jajaran Perumda Tirta Raharja yang sudah mempertahankan predikat WTP, ini luar biasa,” ucap Bupati Bandung saat Kunjungan Kerja ke Kantor Pusat Perumda Tirta Raharja, Selasa (7/4/2026).
Selaku Kuasa Pemegang Modal (KPM) Perumda Tirta Raharja, bupati berpesan agar PDAM terus mempertahankan predikat ini.
“Untuk mempertahankan predikat WTP itu sangat luar biasa dan perlu kerja keras dengan kekompakan para direksi dan Dewan Pengawas (Dewas), sehingga PDAM tetap berjalan dengan baik dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.
Direktur Utama Perumda Air Mnum Tirta Raharja, Tedy Setiabudi menambahkan, selain Predikat WTP atas LHP dari KAP, kinerja operasional Perumda Tirta Raharja sepanjang tahun 2025 menunjukan bahwa pencapaian target KPI (Key Performance Indicator) perusahaan dan komitmen kontrak kinerja tahun 2025 telah tercapai.
“Bahkan pada aspek penjualan air, efisiensi, dan non-Revenue for Water (NRW), melampaui target KPI yang ditetapkan,” imbuh Tedy.
Ia menambahkan, saat ini Sambungan Langganan (SL) terpasang Perumda Tirta Raharja per 31 Desember 2025 sebanyak 121.000 SL. Hal ini menunjukkan cakupan pelayanan baru mencapai 12,5% dari kebutuhan air minum aman untuk masyarakat Kabupaten Bandung.
“Di tahun 2026, kami akan berupaya semaksimal mungkin, agar masyarakat Kabupaten Bandung yang belum mendapatkan air minum aman secara bertahap akan mendapatkan pelayanan air minum dari Perumda Tirta Raharja,” kata Tedy.
Dengan demikian diharapkan Perumda Tirta Raharja akan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya melalui air minum yang aman.
Lebih dari itu Teddy mengungkapkan kinerja Perumda Tirta Raharja di tahun 2025 juga telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp15 miliar,” sebutnya.***







