Bale Bisnis

Kinerja Perbankan Jawa Barat Tetap Solid, Kredit Tembus Rp1.014 Triliun

×

Kinerja Perbankan Jawa Barat Tetap Solid, Kredit Tembus Rp1.014 Triliun

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menyatakan kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Barat hingga Januari 2026 tetap solid di tengah tekanan ekonomi global dan nasional.

Kepala OJK Jawa Barat Darwisman mengatakan, kondisi tersebut terlihat dari pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kredit perbankan.

Per Januari 2026, total aset perbankan di Jawa Barat tumbuh 5,27 persen, DPK naik 6,78 persen, dan kredit tumbuh 2,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kami melihat sektor jasa keuangan di Jawa Barat masih mampu menjaga stabilitas dan tumbuh positif. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat,” ujar Darwisman di Bandung, Rabu (1/4/2026).

Penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat tercatat mencapai Rp1.014,91 triliun. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi 11,92 persen terhadap kredit nasional.

Kredit terbesar disalurkan ke sektor rumah tangga sebesar Rp436,08 triliun atau tumbuh 5,30 persen. Sementara sektor industri pengolahan mencapai Rp168,63 triliun atau tumbuh 6,91 persen.

Meski demikian, OJK mencatat perlambatan kredit terjadi pada sektor perdagangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan akibat meningkatnya risiko kredit.

Sebaliknya, sejumlah sektor masih mencatat pertumbuhan yang baik, seperti real estate yang tumbuh 18,53 persen, konstruksi 3,53 persen, dan sektor lainnya 6,22 persen.

Darwisman menegaskan OJK akan terus mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor produktif dengan risiko yang terukur.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi daerah terus berlanjut dan didukung sektor perbankan yang sehat,” katanya.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di Jawa Barat masih terjaga di angka 3,39 persen.

Sementara itu, sektor perbankan di Jawa Barat masih didominasi bank konvensional dengan pangsa aset mencapai 90,30 persen. Adapun bank umum masih mendominasi dengan pangsa aset sebesar 96,76 persen.

Di sisi lain, kinerja BPR dan BPRS di Jawa Barat juga masih tumbuh. Total aset BPR dan BPRS mencapai Rp34,24 triliun atau naik 4,92 persen. Penyaluran kredit juga meningkat menjadi Rp24,69 triliun atau tumbuh 5,99 persen.

Selain perbankan, OJK mencatat minat masyarakat Jawa Barat terhadap pasar modal terus meningkat. Jumlah investor pasar modal di Jawa Barat kini mencapai 4,03 juta SID atau tumbuh 36,85 persen. Nilai transaksi saham pun melonjak 146,06 persen menjadi Rp61,45 triliun.

“OJK Jawa Barat akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi agar sektor jasa keuangan tetap tangguh, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Darwisman.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perusahaan Pergadaian PT Gadai Dwijaya Utama yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 18-20, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pencabutan izin usaha tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Nomor KEP-58/KO.12/2026 tanggal 4 Mei 2026. OJK menjelaskan, pencabutan […]

Bale Bisnis

Oleh: Iwa Ahmad Sugriwa Seorang anak, sudah mahasiswi, mendapatkan THR dari orangtuanya saat Lebaran 2026. Anak itu ditanya sama ayahnya, “buat apa Kak uang THR-nya?” Si anak menjawab, “buat ditabung!” Sebulan berselang si anak itu menerima lagi sejumlah uang dari orangtuanya sebagai hadiah ulang tahunnya. Si anak ditanya lagi sama ayahnya, buat apa Kak uangnya? […]

Bale Bisnis

SOREANG – Komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat kembali ditunjukkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemerintah Kabupaten Bandung menggulirkan program insentif pajak daerah tahun 2026 dengan penghapusan sanksi administrasi atau denda. Kebijakan yang berlaku mulai 1 April hingga 30 Juni 2026 ini menjadi langkah strategis di bawah kepemimpinan Dadang Supriatna […]

Bale Bisnis

BALEPAKUAN, balebandung.com – Rudie Kusmayadi kembali dipercaya sebagai Komisaris Bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 28 April 2026 di Bale Pakuan, Kota Bandung. Dalam susunan terbaru Dewan Komisaris Bank bjb, nama Rudie Kusmayadi tetap berada dalam jajaran komisaris bersama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, serta […]

Bale Bisnis

BALEPAKUAN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung berhak menerima dividen sekitar Rp65,5 miliar dari Bank bjb) sebagai pemegang saham terbesar kedua dengan porsi kepemilikan sekitar 7,24 persen. Hak tersebut mengemuka usai Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 bank bjb di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Dalam RUPS […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) resmi menghentikan kegiatan PT Malahayati Nusantara Raya (Malahayati) yang menawarkan jasa penyelesaian permasalahan pinjaman online (pinjol) dan keuangan lainnya kepada masyarakat. Langkah tegas tersebut dilakukan karena perusahaan tersebut diketahui belum memiliki izin usaha yang sesuai dengan ketentuan regulator terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). […]