SOREANG, balebandung.com – Borondong, makanan tradisional khas Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, tampil dengan wajah baru pada ajang Bandung Bedas Expo 2026 di Jalan Raya Al Fathu Soreang, Jumat 17 April 2026.
Melalui program bertajuk “Explore Borondong: Menjaga Tradisi, Menggugah Rasa, Mendorong Inovasi Budaya”, camilan legendaris tersebut diperkenalkan kembali kepada masyarakat dengan kemasan dan varian rasa yang lebih modern.
Kegiatan itu digagas oleh Muchammad Ramdhan, pengurus KNPI Kabupaten Bandung Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus penerima program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.
Menurut Ramdhan, borondong bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari objek pemajuan kebudayaan yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Melalui dukungan Dana Indonesiana, kami ingin memastikan pengetahuan tradisional pembuatan borondong tetap terjaga otentisitasnya, namun juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi lewat inovasi kemasan dan varian rasa yang sesuai dengan generasi muda,” ujar Ramdhan.
Gerakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung. Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, mengatakan upaya mepopulerkan lagi borondong merupakan bukti bahwa pemuda bisa menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis budaya.
“KNPI hadir menjadi motor penggerak UMKM kreatif di Kabupaten Bandung. Kami ingin membuktikan bahwa tradisi lokal bisa bersaing secara global lewat kreativitas anak muda,” kata Rifki.
Dukungan juga datang dari kalangan mahasiswa. Ketua Daya Mahasiswa Sunda Kabupaten Bandung, Neng Rika Siska, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab generasi muda dalam menjaga budaya daerah.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar budaya di kampus, tetapi juga turun langsung agar borondong kembali dikenal dan dicintai generasi muda,” ujar Rika.
Pemerintah Kabupaten Bandung turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan, menilai program Explore Borondong sejalan dengan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat meninjau stan KNPI mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan dan mengonsumsi produk lokal.
“Ini semangat Bandung Bedas. Sinergi antara pemuda, penggiat budaya dan pemerintah sangat membanggakan. Kita tidak boleh melupakan akar tradisi, tetapi juga tidak boleh takut berinovasi. Dengan mendukung borondong, kita ikut menjaga nyala kebudayaan Jawa Barat,” tutur Ali.
Borondong yang ditampilkan dengan kemasan modern itu juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya John Miller yang mengaku terkesan setelah mencicipi makanan tradisional tersebut.
“I’ve tried many traditional snacks in Indonesia, but borondong is quite unique. It’s crunchy, sweet, and it’s a great innovation to see traditional food packaged like this. I love it,” katanya.
Kegiatan Explore Borondong menjadi salah satu daya tarik di Bandung Bedas Expo 2026 dan diharapkan mampu mendorong kebangkitan kuliner tradisional Kabupaten Bandung agar semakin dikenal luas, termasuk hingga mancanegara. Stan Explore Borondong masih dapat dikunjungi masyarakat di Kompleks Pemkab Bandung hingga 19 April 2026.***







