KUTAWARINGIN, balebandung.com – Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Jannah Kutawaringin, Ust H Andris Fajar, S.Ag., M.Pd., mengajak para guru untuk memaknai kebahagiaan hidup sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Pesan itu disampaikannya saat memberikan tausiyah pada kegiatan halal bihalal anggota PGRI Kecamatan Kutawaringin di GOR Saluyu, Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ust Andris Fajar mengangkat tema “Empat Kebahagiaan Manusia Menurut Rasulullah SAW”.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk mengenai empat hal yang dapat membawa seseorang pada kebahagiaan sejati, yakni memiliki istri yang salehah, anak-anak yang berbakti, lingkungan pergaulan yang baik, serta rezeki yang berada dekat dengan keluarga.
“Kadang orang merasa bahagia karena jabatan dan harta. Padahal Rasulullah mengajarkan bahwa kebahagiaan itu dimulai dari rumah tangga, anak-anak yang baik, teman-teman yang saleh, dan rezeki yang dekat dengan keluarga,” ujar Ust Andris Fajar.
Menurutnya, istri yang salehah merupakan salah satu sumber ketenangan dalam kehidupan. Kehadiran istri yang taat dan mendukung akan menciptakan rumah tangga yang harmonis dan penuh kasih sayang.
“Istri yang salehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Rumah tangga akan terasa tenang kalau dibangun dengan iman dan akhlak,” katanya.
Selain itu, Ust Andris Fajar juga menekankan pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua dan memiliki akhlak yang baik.
“Anak-anak yang baik adalah investasi terbesar orang tua. Kalau anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berbakti, itu menjadi sumber kebahagiaan yang luar biasa,” tuturnya.
Di hadapan para anggota PGRI, ia mengingatkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Para guru bukan hanya mendidik murid, tapi juga harus menjadi teladan dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik. Menurutnya, teman yang saleh akan membawa pengaruh positif, sedangkan lingkungan yang buruk dapat menyeret seseorang pada hal-hal yang tidak baik.
“Teman itu sangat memengaruhi hidup kita. Kalau kita bergaul dengan orang baik, kita akan ikut menjadi baik. Tapi kalau lingkungannya buruk, lambat laun kita juga akan terbawa,” katanya.
Terakhir, Ust Andris Fajar menyebut bahwa rezeki yang berada dekat dengan keluarga juga merupakan salah satu sumber kebahagiaan.
Menurutnya, banyak orang yang memiliki penghasilan besar, tetapi harus jauh dari keluarga dalam waktu lama. Sebaliknya, rezeki yang cukup dan berada dekat dengan keluarga akan membuat hidup lebih tenteram.
“Bekerja dekat dengan keluarga, bisa berkumpul, mendidik anak, dan membersamai orang tua, itu juga nikmat yang besar,” ungkapnya.
Ia berharap melalui momentum halal bihalal tersebut, para guru di Kecamatan Kutawaringin semakin mempererat silaturahmi sekaligus menjadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
“Semoga kita semua diberi keluarga yang saleh, anak-anak yang baik, lingkungan yang baik, dan rezeki yang berkah,” pungkasnya.***







