SOREANG, balebandung.com – Manager Widodo bersama jajaran PT PLN (Persero) UP3 Majalaya melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bandung di Jalan Raya Ciloa, Pamekaran, Soreang, Rabu (22/4/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua PWI Kabupaten Bandung, Enung Susana bersama jajaran pengurus.
Menurut Widodo, kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kerja sama antara PLN dan insan pers di Kabupaten Bandung.
“Selain silaturahmi, kami ingin meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah berjalan baik. Kami juga ingin menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan ketenagalistrikan,” jelas Widodo.
Ia mengatakan, edukasi mengenai keselamatan listrik menjadi penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami potensi bahaya instalasi listrik di lapangan. Karena itu, PLN berharap masyarakat semakin peduli terhadap penggunaan listrik yang aman dan tertib.
Salah satu hal yang menjadi perhatian PLN adalah pohon atau benda lain yang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik tegangan menengah. Menurut Widodo, sebagian besar pasokan listrik untuk masyarakat berasal dari jaringan tegangan menengah yang tidak boleh terganggu oleh objek di sekitarnya.
“Kalau pohon menyentuh kabel, satu jalur bisa padam. Padahal dalam satu jalur bisa ada 500 sampai 1.000 pelanggan,” katanya.
Karena itu, PLN meminta dukungan masyarakat agar memberikan akses kepada petugas ketika melakukan pemeliharaan dan pembersihan jaringan, terutama pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu kabel listrik.
Dalam kesempatan itu, Widodo juga menjelaskan soal banyaknya tiang dan kabel yang terlihat semrawut di sejumlah titik. Menurutnya, tidak semua tiang dan kabel yang ada di jalan merupakan milik PLN.
Ia menegaskan, tiang dan kabel PLN umumnya berukuran lebih besar dan berada di bagian atas dengan tiga kabel utama. Sementara tiang dan kabel yang jumlahnya lebih banyak di bawah umumnya merupakan kabel fiber optik milik penyedia layanan telekomunikasi.
Meski demikian, PLN tetap berkoordinasi dengan pihak terkait agar kondisi di lapangan tetap rapi dan aman bagi masyarakat.
Terkait tiang listrik yang berada di tengah jalan atau dekat permukiman, Widodo menjelaskan bahwa hal tersebut umumnya terjadi karena pembangunan jalan dilakukan setelah jaringan listrik lebih dulu terpasang.
Karena itu, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait agar penataan jalan dan jaringan listrik dapat berjalan seiring. Menurutnya, selama ini PLN juga selalu berkoordinasi dengan pengembang ketika membangun jaringan di kawasan perumahan.
Widodo juga menjelaskan mengenai penerangan jalan umum (PJU). Menurutnya, PLN bertanggung jawab memastikan pasokan listrik untuk lampu jalan tetap tersedia. Sedangkan pemasangan dan pemeliharaan PJU menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti dinas perhubungan atau dinas pekerjaan umum.
Saat ini jumlah pelanggan PT PLN (Persero) UP3 Majalaya di Kabupaten Bandung telah mencapai sekitar 980 ribu pelanggan atau hampir satu juta pelanggan. Widodo menyebut tingkat kedisiplinan masyarakat Kabupaten Bandung dalam membayar listrik juga tergolong baik.
“Tunggakan pembayaran listrik di Kabupaten Bandung relatif kecil, hanya sekitar Rp400 juta sampai Rp500 juta per bulan dari total tagihan sekitar Rp200 miliar. Ini menunjukkan masyarakat Kabupaten Bandung cukup disiplin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung, Enung Susana, mengapresiasi langkah PLN UP3 Majalaya yang aktif membangun komunikasi dengan media.
Menurutnya, sinergi antara media dan PLN penting agar informasi terkait pelayanan, program, dan edukasi keselamatan kelistrikan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat Kabupaten Bandung.***







